John Kerry: Netanyahu Bujuk Empat Presiden AS untuk Serang Iran

Wisnu Arto Subari
13/4/2026 06:15
John Kerry: Netanyahu Bujuk Empat Presiden AS untuk Serang Iran
John Kerry.(Al Jazeera)

MANTAN Menteri Luar Negeri John Kerry mengatakan dalam wawancara dengan MS NOW pada Jumat (10/4) bahwa Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengusulkan perang dengan Iran kepada presiden-presiden AS sebelumnya. Hasilnya? Semua presiden sebelum Trump menolak.

Menurut Kerry, Netanyahu menyampaikan rencana untuk menyerang Iran kepada presiden George W. Bush, Barack Obama, dan Joe Biden. Semua menolak. Ia lantas menerima tanggapan positif dari Presiden AS saat ini, Donald Trump.

Kerry juga mengutip artikel dari New York Times, yang dirilis pada Selasa, merinci prosedur Netanyahu untuk meyakinkan Trump agar menyerang Iran bersama Israel.

"Perdana Menteri Netanyahu pada dasarnya mengajukan empat poin, yakni mereka dapat membunuh para pemimpin, mereka dapat memicu perubahan rezim dan sebagainya, mereka akan menghancurkan militer dan sebagainya. Nah, mereka jelas telah sangat melukai militer. Mereka mungkin telah menenggelamkan, maksud saya, sebagian besar angkatan laut telah hilang, ya, pasukan kita baik-baik saja," kata Kerry. "Namun faktanya adalah tidak ada ancaman yang akan segera terjadi."

Kerry berpendapat bahwa Trump setuju untuk menyerang Iran setelah dibujuk oleh Netanyahu. Ia pun meninggalkan kesepakatan sebelumnya yang dimiliki AS dengan Iran, "Bukan karena alasan substantif, tetapi karena Presiden Obama melakukannya," imbuhnya.

"Yang kita dapatkan yaitu situasi saat mereka (Iran) sekarang percaya bahwa Anda tidak dapat mempercayai Amerika Serikat, karena Presiden Trump datang dan menarik diri dari kesepakatan," tegas Kerry. 

Ia menambahkan bahwa Trump melakukannya tanpa melakukan upaya apa pun untuk terlibat dengan Iran melalui jalur diplomatik, meskipun memiliki kemampuan untuk melakukannya dan waktu untuk melakukan pengeboman setelahnya jika perlu. (Jerusalem Post/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya