Netanyahu Kunjungi Pasukan di Libanon Selatan, Klaim Ubah Wajah Timur Tengah

Thalatie K Yani
13/4/2026 05:11
Netanyahu Kunjungi Pasukan di Libanon Selatan, Klaim Ubah Wajah Timur Tengah
PM Israel Benjamin Netanyahu mengeklaim operasinya di Libanon telah menggagalkan invasi Hizbullah. (Media Sosial X)

PERDANA Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengunggah sebuah video singkat melalui akun media sosialnya yang menunjukkan kunjungannya ke pasukan Israel di Libanon Selatan. Dalam pernyataannya, Netanyahu mengeklaim operasi militer Israel saat ini telah berhasil mengubah peta keamanan di kawasan tersebut secara signifikan.

Berbicara dalam bahasa Ibrani, Netanyahu menegaskan pembentukan zona penyangga atau jalur keamanan oleh militer Israel telah memberikan dampak besar. Menurutnya, langkah ini telah "menggagalkan ancaman invasi dari Libanon," yang merujuk pada kekuatan pejuang Hizbullah.

Netanyahu memuji "pekerjaan luar biasa" yang telah dilakukan oleh militernya. Meski demikian, ia menekankan misi mereka belum berakhir. "Masih banyak yang harus dilakukan, dan kami sedang melakukannya," tegas Netanyahu. Ia juga menyebut aksi militer Israel di Libanon adalah bukti nyata  Israel telah "secara esensial mengubah wajah Timur Tengah."

Kecaman Atas Korban Sipil yang Terus Berjatuhan

Meski Netanyahu mengeklaim keberhasilan militer, operasi ini terus menuai kritik tajam secara global karena tingginya jumlah korban sipil yang gugur. Data dari Kementerian Kesehatan Libanon menyebutkan serangan udara Israel telah menewaskan lebih dari dua ribu orang sejak awal perang dimulai.

Kekerasan terbaru dilaporkan terjadi di desa Qana, Libanon Selatan. Serangan udara Israel di wilayah tersebut menewaskan sedikitnya lima orang, termasuk tiga perempuan, dan melukai 25 orang lainnya. Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan kehancuran hebat di desa tersebut, di mana tim penyelamat terlihat mengevakuasi jenazah dari balik reruntuhan bangunan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pasukan Pertahanan Israel (IDF) belum memberikan komentar resmi terkait laporan serangan di Qana.

Ancaman Eskalasi dari Iran

Situasi di perbatasan tetap mencekam meskipun terdapat upaya diplomatik sebelumnya. Israel terus melanjutkan kampanye militernya melawan Hizbullah meski sempat ada kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Kondisi ini memicu reaksi keras dari Teheran. Iran menyatakan akan melanjutkan serangan dan mengakhiri kesepakatan gencatan senjata mereka dengan Amerika Serikat jika Israel terus membombardir wilayah Libanon. Ancaman ini meningkatkan kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Operasi militer Israel di Libanon Selatan hari ini menunjukkan ketegangan masih jauh dari kata usai, dengan serangan udara yang terus menyasar berbagai titik di wilayah tersebut. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya