Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz Setelah Perundingan Damai Iran Gagal

Thalatie K Yani
13/4/2026 04:43
Trump Umumkan Blokade Selat Hormuz Setelah Perundingan Damai Iran Gagal
Presiden Trump resmi perintahkan Angkatan Laut AS blokade Selat Hormuz. Langkah ini diambil usai perundingan 20 jam di Islamabad dengan Iran menemui jalan buntu.(White House)

KRISIS di Timur Tengah memasuki babak baru yang mencekam. Presiden Donald Trump pada Minggu (12/4) mengumumkan Amerika Serikat akan memblokade Selat Hormuz. Keputusan drastis ini diambil setelah perundingan damai selama hampir 20 jam di Islamabad, Pakistan, runtuh akibat penolakan Iran untuk menghentikan ambisi nuklirnya.

Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan segera bertindak.

"Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses BLOKADE terhadap setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," tulis Trump.

Ambisi Nuklir Jadi Titik Buntu

Langkah blokade ini merupakan buntut dari kegagalan negosiasi yang difasilitasi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Meski Trump menyebutkan kesepakatan sempat tercapai di banyak poin, dialog berakhir buntu pada isu krusial: program nuklir Teheran.

"Hanya ada satu hal yang penting—IRAN TIDAK BERSEDIA MELEPASKAN AMBISI NUKLIRNYA!" tulis Trump lagi. "Seperti yang selalu saya katakan, sejak awal, dan bertahun-tahun yang lalu, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!"

Di sisi lain, perunding utama Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyatakan delegasinya datang dengan "itikad baik". Namun, ia menilai AS gagal mendapatkan kepercayaan dari pihak Iran selama proses negosiasi tersebut.

Ancaman Terhadap Pasokan Energi Dunia

Blokade di Selat Hormuz dipastikan akan mengguncang ekonomi global. Jalur sempit di lepas pantai selatan Iran ini adalah urat nadi energi dunia, tempat lewatnya sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global setiap harinya.

Penutupan jalur ini mengancam pasokan bahan bakar di Eropa dan Asia. Pekan lalu, sejumlah bandara di Eropa bahkan telah memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar jet sistemik dalam waktu tiga minggu jika selat tersebut tetap tertutup.

Eskalasi Militer dan Ketegangan Domestik

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump semakin meningkatkan retorikanya dengan mengeklaim  dirinya bisa melumpuhkan seluruh pembangkit listrik dan energi Iran dalam hitungan jam. Ia juga memperingatkan pihak Iran yang menembaki pasukan AS atau kapal damai "akan diledakkan ke neraka."

Namun, langkah ini memicu skeptisisme dari dalam negeri AS. Senator Demokrat Mark Warner mempertanyakan logika di balik ancaman tersebut.

"Saya tidak mengerti bagaimana memblokade selat itu akan mendorong Iran untuk membukanya," ujar Warner. Ia juga menambahkan data intelijen yang menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran saat ini justru jauh lebih radikal.

Wakil Presiden JD Vance menekankan posisi AS pasca-perundingan tetap tegas. "Kami perlu melihat komitmen afirmatif bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka mencapainya dengan cepat," pungkasnya. (Yahoo/BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya