Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KRISIS di Timur Tengah memasuki babak baru yang mencekam. Presiden Donald Trump pada Minggu (12/4) mengumumkan Amerika Serikat akan memblokade Selat Hormuz. Keputusan drastis ini diambil setelah perundingan damai selama hampir 20 jam di Islamabad, Pakistan, runtuh akibat penolakan Iran untuk menghentikan ambisi nuklirnya.
Melalui unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa Angkatan Laut AS akan segera bertindak.
"Berlaku segera, Angkatan Laut Amerika Serikat, yang terbaik di dunia, akan memulai proses BLOKADE terhadap setiap dan semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz," tulis Trump.
Langkah blokade ini merupakan buntut dari kegagalan negosiasi yang difasilitasi Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif. Meski Trump menyebutkan kesepakatan sempat tercapai di banyak poin, dialog berakhir buntu pada isu krusial: program nuklir Teheran.
"Hanya ada satu hal yang penting—IRAN TIDAK BERSEDIA MELEPASKAN AMBISI NUKLIRNYA!" tulis Trump lagi. "Seperti yang selalu saya katakan, sejak awal, dan bertahun-tahun yang lalu, IRAN TIDAK AKAN PERNAH MEMILIKI SENJATA NUKLIR!"
Di sisi lain, perunding utama Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menyatakan delegasinya datang dengan "itikad baik". Namun, ia menilai AS gagal mendapatkan kepercayaan dari pihak Iran selama proses negosiasi tersebut.
Blokade di Selat Hormuz dipastikan akan mengguncang ekonomi global. Jalur sempit di lepas pantai selatan Iran ini adalah urat nadi energi dunia, tempat lewatnya sekitar 20% pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global setiap harinya.
Penutupan jalur ini mengancam pasokan bahan bakar di Eropa dan Asia. Pekan lalu, sejumlah bandara di Eropa bahkan telah memperingatkan potensi kelangkaan bahan bakar jet sistemik dalam waktu tiga minggu jika selat tersebut tetap tertutup.
Dalam wawancara dengan Fox News, Trump semakin meningkatkan retorikanya dengan mengeklaim dirinya bisa melumpuhkan seluruh pembangkit listrik dan energi Iran dalam hitungan jam. Ia juga memperingatkan pihak Iran yang menembaki pasukan AS atau kapal damai "akan diledakkan ke neraka."
Namun, langkah ini memicu skeptisisme dari dalam negeri AS. Senator Demokrat Mark Warner mempertanyakan logika di balik ancaman tersebut.
"Saya tidak mengerti bagaimana memblokade selat itu akan mendorong Iran untuk membukanya," ujar Warner. Ia juga menambahkan data intelijen yang menunjukkan bahwa kepemimpinan Iran saat ini justru jauh lebih radikal.
Wakil Presiden JD Vance menekankan posisi AS pasca-perundingan tetap tegas. "Kami perlu melihat komitmen afirmatif bahwa mereka tidak akan mencari senjata nuklir, dan tidak akan mencari alat yang memungkinkan mereka mencapainya dengan cepat," pungkasnya. (Yahoo/BBC/Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved