Perundingan Iran-AS di Islamabad Gagal Terganjal Tiga Isu Krusial

Media Indonesia
12/4/2026 11:49
Perundingan Iran-AS di Islamabad Gagal Terganjal Tiga Isu Krusial
Delegasi AS sampai di Pakistan.(Al Jazeera)

PERUNDINGAN tingkat tinggi antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa kesepakatan resmi. Meski kedua belah pihak berhasil mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu, perbedaan pandangan pada dua hingga tiga persoalan krusial menjadi penghalang utama tercapainya kesepakatan final.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengonfirmasi bahwa perbedaan mendasar tersebut menjadi alasan utama kegagalan dialog kali ini. Namun, pihak Teheran belum merinci poin-poin spesifik yang masih menjadi ganjalan tersebut.

"Kami mencapai kesepahaman dalam sejumlah isu. Namun pandangan kami berbeda pada dua atau tiga isu penting, dan pada akhirnya pembicaraan tidak menghasilkan kesepakatan," ujar Baghaei sebagaimana dikutip dari kantor berita Mehr, Minggu (12/4/2026).

Delegasi AS Kembali tanpa Hasil

Kegagalan ini juga ditegaskan oleh pihak Washington. Pemimpin delegasi perundingan AS yang juga Wakil Presiden, J.D. Vance, menyatakan pada Minggu pagi bahwa setelah melalui proses diskusi yang panjang dan intensif, kedua negara belum berhasil menyatukan persepsi.

Vance mengonfirmasi bahwa delegasi Amerika Serikat akan segera meninggalkan Islamabad dan kembali ke negaranya tanpa membawa draf kesepakatan yang diharapkan.

Konteks Diplomasi Iran-AS

Pertemuan di Islamabad ini merupakan tindak lanjut dari dinamika politik yang terjadi sepekan terakhir:

  • Rabu (8/4/2026): Presiden AS Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.
  • Sabtu (11/4/2026): Delegasi kedua negara bertemu secara langsung di Islamabad untuk merumuskan poin-poin kesepakatan lebih lanjut.
  • Minggu (12/4/2026): Perundingan dinyatakan buntu (deadlock) karena perbedaan pandangan pada isu-isu strategis.

Hingga saat ini, komunitas internasional terus memantau perkembangan hubungan kedua negara, mengingat masa gencatan senjata dua pekan yang diumumkan Presiden Trump terus berjalan di tengah ketidakpastian hasil diplomasi di meja perundingan.

Kegagalan di Islamabad ini memicu kekhawatiran akan kembali meningkatnya ketegangan di kawasan jika solusi diplomatik tidak segera ditemukan sebelum masa gencatan senjata berakhir. (Ant/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya