Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPUTUSAN Iran untuk menerima Pakistan sebagai mediator dalam negosiasi damai dengan Amerika Serikat didasari itikad baik dan langkah konkret Pakistan mewujudkan gencatan senjata.
"Perdana Menteri Pakistan (Shehbaz Sharif) telah melakukan banyak usaha demi gencatan senjata di kawasan Teluk," kata Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi usai peluncuran buku peringatan mendiang Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Jakarta, Sabtu (11/4).
Dubes Boroujerdi mengatakan bahwa dalam usahanya tersebut, PM Sharif secara intensif berdialog dengan pihak Iran dan meyakinkan Teheran agar menghentikan serangan dan kembali ke meja perundingan.
Di saat yang sama, PM Sharif berdialog dengan pihak Amerika dan membujuk mereka untuk bernegosiasi dengan Iran.
Dubes Boroujerdi menambahkan Pakistan tak lupa menawarkan diri menjadi tuan rumah perundingan damai antara AS dan Iran dalam upaya dialog yang dilakukannya.
"Pakistan berusaha meyakinkan kami serta lawan-lawan kami untuk kemudian bernegosiasi di Pakistan," ucapnya.
Oleh karena itu, Iran memutuskan menerima tawaran Pakistan sebagai mediator negosiasi damai dengan AS di tengah banyaknya negara atau tokoh dunia yang menawarkan diri menjadi penengah perundingan, termasuk Indonesia.
Seperti diketahui, delegasi AS dan Iran memulai pembicaraan "langsung" di Islamabad, Sabtu, untuk mencapai gencatan senjata permanen.
Perundingan tersebut berlangsung usai Pakistan berhasil membantu menjamin tercapainya gencatan senjata selama dua pekan antara Iran dan AS, menurut laporan Kantor Berita Anadolu.
Pertemuan digelar di lokasi militer dengan pengamanan ketat dan di bawah kendali tentara Pakistan. Perundingan tersebut berpeluang berlangsung lebih dari satu hari.
Adapun delegasi Iran untuk perundingan antara lain Ketua Parlemen Mohammad-Bagher Ghalibaf, Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Ali Akbar Ahmadian, dan Gubernur Bank Sentral Abdolnaser Hemmati.
Sementara itu, delegasi AS terdiri atas Wakil Presiden J. D. Vance, utusan khusus Steve Witkoff, menantu Donald Trump yaitu Jared Kushner, serta perwakilan dari Deplu, Pentagon, dan Dewan Keamanan Nasional AS. (Ant/P-3)
Menlu Iran Abbas Araghchi bertemu pimpinan militer Pakistan di Islamabad untuk membahas kelanjutan perundingan Iran-AS melalui jalur diplomasi tidak langsung.
Presiden AS Donald Trump membatalkan kunjungan pejabat AS ke Pakistan untuk membahas gencatan senjata Iran. Trump sebut pihak Iran "membuang waktu".
Presiden AS Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran atas permintaan Pakistan. Namun, blokade laut tetap berlanjut dan memicu ketegangan baru.
Rencana kunjungan Wapres AS JD Vance ke Islamabad resmi dibatalkan di tengah ketidakpastian negosiasi damai dengan Iran. Presiden Trump umumkan perpanjangan gencatan senjata.
Persiapan intensif di Islamabad, Pakistan, menguatkan sinyal bahwa putaran kedua perundingan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
IRAN dilaporkan akan menentukan langkah selanjutnya terkait perundingan dengan Amerika Serikat (AS) setelah menerima kunjungan delegasi Pakistan ke Teheran.
AS menegaskan Iran tetap tampil di Piala Dunia 2026 meski muncul isu digantikan Italia. Ada syarat khusus terkait delegasi Iran.
KETUA Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf menyatakan Teheran siap meningkatkan militernya di tengah memanasnya ketegangan Amerika Serikat atau AS jelang gencatan senjata berakhir
Merespons kejadian tersebut, Iran melancarkan serangan drone terhadap kapal-kapal perang AS, yang menyebabkan pasukan AS mundur.
Meski demikian, ia menekankan pentingnya sikap waspada dalam menghadapi pihak lawan.
Pembicaraan teknis dengan International Atomic Energy Agency (IAEA) akan menjadi kunci untuk memastikan Iran mematuhi isi perjanjian yang disepakati.
Di sisi lain, pemerintahan Trump menyatakan bahwa mencegah Iran memperoleh senjata nuklir merupakan tujuan utama dalam kebijakan luar negeri mereka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved