Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKISTAN resmi menjadi pusat perhatian diplomasi dunia seiring dimulainya pertemuan tingkat tinggi antara delegasi Amerika Serikat (AS) dan Iran pada Sabtu (11/4). Dialog yang berlangsung di Islamabad ini merupakan upaya krusial untuk mengakhiri eskalasi konflik yang telah mengguncang stabilitas kawasan Timur Tengah dalam beberapa waktu terakhir.
Pertemuan ini menandai babak baru dalam hubungan kedua negara, mengingat ini adalah salah satu dialog tatap muka paling signifikan sejak revolusi 1979. Momentum ini tercipta sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan yang dimediasi oleh Pakistan bersama koalisi negara-negara kunci, termasuk Turki, Tiongkok, Arab Saudi, dan Mesir.
Keseriusan kedua belah pihak terlihat dari komposisi delegasi yang dikirimkan. Amerika Serikat mengutus Wakil Presiden JD Vance, yang didampingi oleh tokoh-tokoh kunci kebijakan luar negeri pemerintahan Donald Trump. Di sisi lain, Iran mengirimkan delegasi dalam jumlah besar yang dipimpin langsung oleh Ketua Parlemen Mohammad Bagher Qalibaf.
| Delegasi Amerika Serikat (AS) | Delegasi Iran |
|---|---|
| JD Vance (Wakil Presiden AS) | Mohammad Bagher Qalibaf (Ketua Parlemen) |
| Steve Witkoff (Utusan Khusus Timur Tengah) | Abbas Araghchi (Menteri Luar Negeri) |
| Jared Kushner (Penasihat Senior) | Ali Bagheri Kani (Wakil Dewan Keamanan Nasional) |
Gencatan senjata yang menjadi landasan pertemuan ini tercapai tepat 40 hari setelah serangan yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Melalui mediasi intensif di Islamabad, kedua pihak sepakat untuk meletakkan senjata sementara dan duduk di meja perundingan guna merumuskan perdamaian jangka panjang.
Pengamat kebijakan luar negeri Iran, Trita Parsi, menilai besarnya skala delegasi Teheran menunjukkan perubahan posisi tawar Iran. Melalui unggahannya di platform X, Parsi menyebutkan bahwa komposisi delegasi kali ini jauh lebih besar dan spesialis dibandingkan saat perundingan JCPOA (Kesepakatan Nuklir) di masa lalu.
"Sebelumnya, Iran menolak pertemuan semacam itu. Mereka setuju sekarang karena mereka melihat diri mereka berada dalam posisi yang jauh lebih kuat," tulis Parsi sebagaimana dikutip dari Anadolu.
Pertemuan di Islamabad ini diharapkan tidak hanya meredakan ketegangan antara Washington dan Teheran, tetapi juga menjadi titik balik bagi terciptanya stabilitas yang lebih permanen di seluruh kawasan Timur Tengah. Seluruh mata dunia kini tertuju pada hasil dialog yang akan menentukan arah geopolitik global dalam beberapa bulan ke depan. (Z-1)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved