Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Iran mempertimbangkan kemungkinan untuk menjalin kesepakatan dengan Oman terkait pengendalian Selat Hormuz, meskipun Teheran menilai Muscat sebagai "bagian dari" dan bukan "dasar dari" rencana pengelolaan jalur perairan tersebut, kata Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran Ebrahim Azizi pada Jumat (10/4).
Pada Rabu (8/4), Menteri Transportasi, Komunikasi, dan Teknologi Informasi Oman Saeed al Maawali mengatakan bahwa kapal yang melintasi Selat Hormuz seharusnya tidak dikenakan biaya berdasarkan perjanjian maritim internasional, karena selat tersebut merupakan jalur perairan alami.
Ia menambahkan bahwa sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Iran, belum menandatangani perjanjian navigasi maritim, sehingga menimbulkan celah hukum terkait isu tersebut.
"Pemerintah dapat—sebagai kelanjutan dari rencana pengendalian Selat Hormuz, jika diperlukan—menjalin kesepakatan dengan Pemerintah Oman dan parlemen akan memberikan suara untuk pengesahannya. Kami memandang Oman sebagai bagian dari rencana ini, bukan sebagai dasar. Kami tidak akan meminta pendapat Oman terkait pandangan kami mengenai Selat Hormuz," kata Azizi seperti dikutip lembaga penyiaran negara Iran IRIB.
Financial Times, Rabu, mengutip juru bicara resmi Serikat Eksportir Minyak, Gas, dan Produk Petrokimia Iran Hamid Hosseini yang mengatakan bahwa Iran siap mengizinkan kapal tanker minyak melintasi Selat Hormuz dengan tarif sebesar 1 dolar AS untuk setiap barel minyak yang diangkut.
Sementara itu, Selasa (7/4), Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa ia telah menyepakati gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran.
Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi pun, Rabu, menyatakan bahwa Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen pasokan global minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair, akan kembali dibuka. (Ant/P-3)
Sejumlah kapal internasional mulai menembus Selat Hormuz di tengah situasi yang masih tegang. Milik negara mana saja yang berani melintasi daerah sensitif?
Sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap hari.
Menlu Oman Badr al-Busaidi tegaskan Iran tidak bertanggung jawab atas perang yang dimulai AS-Israel. Oman desak diplomasi demi keamanan Selat Hormuz.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved