Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Oman, Badr al-Busaidi, mengeluarkan pernyataan diplomatik yang tajam terkait eskalasi militer di Timur Tengah. Sosok yang dikenal sebagai perancang negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran ini menegaskan bahwa Republik Islam Iran bukanlah pihak yang bertanggung jawab atas pecahnya perang yang dimulai oleh AS dan Israel pada 28 Februari lalu.
"Apa pun pandangan Anda tentang Iran, perang ini bukan buatan mereka (Iran)," tulis Al-Busaidi melalui akun resminya di media sosial X, Senin (23/3).
Pernyataan ini menandai pergeseran sikap yang cukup kontras dibandingkan negara-negara Teluk lainnya. Saat ini, kawasan tersebut tengah menghadapi tekanan ekonomi hebat akibat gangguan pada rantai pasokan energi. Al-Busaidi menyatakan bahwa Oman sedang bekerja intensif untuk memastikan pengaturan jalur aman (safe passage) di Selat Hormuz guna memitigasi dampak ekonomi global yang kian memburuk.
Al-Busaidi, yang biasanya menjaga profil rendah, kini tampil lebih vokal. Hanya 24 jam sebelum perang pecah, ia sempat terbang ke Washington untuk memohon dilanjutkannya jalur diplomasi. Menurutnya, Iran sebenarnya telah memberikan konsesi signifikan selama proses negosiasi.
Namun, laporan di lapangan menunjukkan adanya kendala teknis dalam mediasi tersebut. Pihak mediator AS dilaporkan tidak menyertakan pakar teknis dalam pembicaraan, yang mengakibatkan kurangnya pemahaman terhadap tawaran-tawaran substantif di atas meja runding.
Dalam tulisannya di The Economist pekan lalu, Al-Busaidi menyebut aksi balasan Iran terhadap aset-aset AS sebagai konsekuensi yang "tak terelakkan meskipun sangat disesalkan". Ia menilai kepemimpinan Iran berada dalam posisi sulit ketika menghadapi perang yang dirancang untuk mengakhiri eksistensi Republik Islam tersebut.
Situasi kian pelik bagi negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk (GCC). Arab Saudi, misalnya, berada di posisi sulit antara keinginan menjaga hubungan yang telah membaik dengan Teheran dan tekanan besar dari Washington untuk bergabung dalam serangan ofensif.
Hingga saat ini, konflik tersebut telah menelan korban jiwa yang signifikan. Lebih dari 2.000 warga Iran dilaporkan tewas, bersama dengan 13 warga Amerika dan puluhan warga Israel. Di wilayah Teluk, 25 orang dilaporkan tewas, sebagian besar merupakan warga ekspatriat yang terkena serpihan rudal hasil intersepsi di udara.
Al-Busaidi menutup pernyataannya dengan peringatan keras kepada Washington. "Saya mendesak Amerika Serikat agar tidak terseret lebih jauh. Ini bukan perang Anda," tegasnya. (MEE/B-3)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Ia menambahkan bahwa sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat dan Iran, belum menandatangani perjanjian navigasi maritim, sehingga menimbulkan celah hukum terkait isu tersebut.
Sejumlah kapal internasional mulai menembus Selat Hormuz di tengah situasi yang masih tegang. Milik negara mana saja yang berani melintasi daerah sensitif?
Sekitar 20 juta barel minyak melintasi selat tersebut setiap hari.
Ia memperingatkan ambisi Israel menggulingkan pemerintahan Iran akan memerlukan kampanye darat berkepanjangan.
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved