Ratusan Tewas di Libanon, Serangan Israel Picu Eskalasi Baru

Ferdian Ananda Majni
09/4/2026 12:53
Ratusan Tewas di Libanon, Serangan Israel Picu Eskalasi Baru
Serangan udara besar-besaran Israel di Libanon.(Dok. BBC)

SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya pada Rabu (8/4), menandai eskalasi baru di tengah ketegangan kawasan yang belum mereda.

Serangan menghantam sejumlah wilayah di Beirut dan sekitarnya, hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Militer Israel menyebut operasi itu sebagai serangan terkoordinasi terbesar sejak dimulainya kampanye militer terbaru di Libanon pada 2 Maret. Tel Aviv menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghantam infrastruktur Hizbullah.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan itu menyasar pusat-pusat komando Hizbullah di berbagai wilayah Libanon.

"Militer Israel melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Libanon. Ini adalah pukulan terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers," katanya, dikutip Al Jazeera, Kamis (9/4).

Meski demikian, militer Israel juga mengakui sebagian besar target berada di kawasan permukiman sipil. Mereka mengklaim telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan korban di kalangan warga sipil.

Di sisi lain, Menteri Kesehatan Libanon, Rakan Nassereddine, memperingatkan negaranya sedang menghadapi eskalasi serius setelah sekitar 100 serangan udara dilancarkan Israel.

"Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Libanon," sebutnya.

Hizbullah mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Israel menargetkan wilayah sipil, termasuk pinggiran selatan Beirut, Sidon, Libanon selatan, serta Lembah Bekaa.

Ketua Parlemen Libanon, Nabih Berri, juga mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

"Kejahatan perang sepenuhnya," ucapnya.

Serangan ini mempertegas meningkatnya ketegangan di kawasan, meski upaya gencatan senjata terus didorong di tengah konflik yang kian meluas. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya