Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN udara Israel di Libanon menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya pada Rabu (8/4), menandai eskalasi baru di tengah ketegangan kawasan yang belum mereda.
Serangan menghantam sejumlah wilayah di Beirut dan sekitarnya, hanya beberapa jam setelah diumumkannya gencatan senjata antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Militer Israel menyebut operasi itu sebagai serangan terkoordinasi terbesar sejak dimulainya kampanye militer terbaru di Libanon pada 2 Maret. Tel Aviv menyatakan serangan tersebut ditujukan untuk menghantam infrastruktur Hizbullah.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan serangan itu menyasar pusat-pusat komando Hizbullah di berbagai wilayah Libanon.
"Militer Israel melakukan serangan mendadak terhadap ratusan teroris Hizbullah di pusat-pusat komando di seluruh Libanon. Ini adalah pukulan terbesar yang diderita Hizbullah sejak Operasi Beepers," katanya, dikutip Al Jazeera, Kamis (9/4).
Meski demikian, militer Israel juga mengakui sebagian besar target berada di kawasan permukiman sipil. Mereka mengklaim telah mengambil langkah-langkah untuk meminimalkan korban di kalangan warga sipil.
Di sisi lain, Menteri Kesehatan Libanon, Rakan Nassereddine, memperingatkan negaranya sedang menghadapi eskalasi serius setelah sekitar 100 serangan udara dilancarkan Israel.
"Ambulans masih mengangkut korban ke rumah sakit. Kami mendesak organisasi internasional untuk membantu sektor kesehatan Libanon," sebutnya.
Hizbullah mengecam keras serangan tersebut dan menuduh Israel menargetkan wilayah sipil, termasuk pinggiran selatan Beirut, Sidon, Libanon selatan, serta Lembah Bekaa.
Ketua Parlemen Libanon, Nabih Berri, juga mengecam serangan itu dan menyebutnya sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
"Kejahatan perang sepenuhnya," ucapnya.
Serangan ini mempertegas meningkatnya ketegangan di kawasan, meski upaya gencatan senjata terus didorong di tengah konflik yang kian meluas. (Z-10)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved