Tiga Pelaut Tailan Tewas akibat Serangan Rudal di Selat Hormuz

Media Indonesia
09/4/2026 08:00
Tiga Pelaut Tailan Tewas akibat Serangan Rudal di Selat Hormuz
Ilustrasi.(Freepik)

PEMERINTAH Tailan secara resmi mengonfirmasi kabar duka mengenai nasib tiga warga negaranya yang menjadi korban dalam ketegangan di jalur pelayaran global. Menteri Luar Negeri Tailan, Sihasak Phuangketkeow, menyatakan bahwa tiga pelaut yang berada di kapal kargo Mayuree Naree meninggal dunia.

Insiden tragis ini terjadi setelah kapal kargo milik Tailan tersebut dihantam rudal saat melintasi Selat Hormuz. "Dengan kesedihan mendalam, saya harus mengonfirmasi bahwa tiga pelaut Tailan yang tetap berada di atas kapal kargo Mayuree Naree, yang dihantam rudal di Selat Hormuz dan kemudian terbakar, telah meninggal dunia," ujar Menlu Phuangketkeow kepada wartawan pada Rabu (8/4).

Kronologi Serangan Rudal

Peristiwa penyerangan tersebut terjadi pada 11 Maret lalu. Kapal Mayuree Naree sedang dalam perjalanan melewati Selat Hormuz ketika satu rudal menghantam tepat di bagian ruang mesin. Pada saat ledakan terjadi, ketiga pelaut tersebut sedang bertugas di area mesin sehingga tidak sempat menyelamatkan diri bersama kru lain.

Setelah dihantam rudal dan terbakar, kapal tersebut hanyut tak terkendali menuju perairan Iran hingga akhirnya terdampar di dekat salah satu pulau milik Iran. Petugas penyelamat Iran dilaporkan berhasil menemukan jenazah ketiga warga negara Tailan tersebut di lokasi kapal terdampar.

Evakuasi dan Kerja Sama Internasional

Meskipun tiga nyawa melayang, sebanyak 20 awak kapal lain berhasil diselamatkan. Menlu Phuangketkeow menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada pihak-pihak yang terlibat dalam operasi penyelamatan darurat tersebut.

  • Angkatan Laut Oman: Berperan utama dalam mengevakuasi 20 kru yang selamat dari kapal yang terbakar.
  • Angkatan Laut Kerajaan Tailan: Berkoordinasi aktif dalam proses pemulangan para pelaut ke tanah air.
  • Pemerintah Iran: Membantu proses pencarian dan penemuan jenazah korban di wilayah pesisirnya.

Menlu Phuangketkeow menyebut keberhasilan penyelamatan mayoritas kru ini sebagai buah dari kerja sama diplomatik internasional yang solid antara Tailan dan negara-negara di kawasan Timur Tengah.

Dampak Terhadap Keamanan Maritim

Insiden yang menimpa Mayuree Naree menambah daftar panjang risiko keamanan di Selat Hormuz, yang merupakan jalur vital bagi pasokan energi dunia. Ketidakpastian keamanan di wilayah ini terus memicu kekhawatiran global akan stabilitas harga komoditas yang ditransaksikan dalam mata uang rupiah maupun mata uang internasional lain.

Catatan Redaksi: Serangan terhadap kapal sipil di Selat Hormuz merupakan pelanggaran serius terhadap hukum maritim internasional. Pemerintah Tailan terus memantau perkembangan investigasi terkait asal-usul rudal yang menghantam kapal kargo tersebut.(Sputnik/RIA Novosti/I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya