Istana: Pemerintah belum Putuskan Tarik Prajurit TNI dari UNIFIL

Media Indonesia
08/4/2026 22:46
Istana: Pemerintah belum Putuskan Tarik Prajurit TNI dari UNIFIL
Mensesneg Prasetyo Hadi(Antara)

PEMERINTAH Indonesia menegaskan belum mengambil keputusan resmi untuk menarik prajurit TNI dari Pasukan Sementara PBB di Libanon (UNIFIL). Meskipun situasi di lapangan semakin memanas pasca-insiden yang menelan korban jiwa, pemerintah masih memprioritaskan proses koordinasi dan evaluasi menyeluruh.

“Kalau pertanyaannya sampai ke keputusan penarikan, itu belum ya. Tapi bahwa dengan adanya kejadian yang kemarin tentu kami pemerintah harus melakukan koordinasi,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (8/4).

Menunggu Evaluasi Menyeluruh

Mensesneg menjelaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus memantau perkembangan di lapangan. Evaluasi tersebut mencakup penilaian terhadap keselamatan personel serta komunikasi intensif dengan perwakilan Indonesia di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Keputusan akhir terkait keberlanjutan misi perdamaian ini akan sangat bergantung pada hasil asesmen situasi keamanan terkini. “Apa yang kita minta, yang disampaikan perwakilan kita di PBB, itu juga bagian dari evaluasi. Ya kita lihat dulu hasilnya,” tambah Prasetyo.

Pertimbangan Matang dan Mandat Internasional

Senada dengan Istana, Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang menyatakan bahwa partisipasi Indonesia dalam UNIFIL adalah komitmen internasional yang solid bagi perdamaian dunia. Oleh karena itu, penarikan pasukan tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.

“Berbagai keputusan terkait isu ini, termasuk soal usulan penarikan, perlu melalui pertimbangan yang sangat-sangat matang, baik dari sisi keselamatan personel, relevansi mandat UNIFIL, dan kontribusi RI terhadap stabilitas kawasan,” jelas Yvonne dalam taklimat media di Jakarta.

Yvonne mengingatkan bahwa UNIFIL beroperasi di bawah mandat Dewan Keamanan PBB. Sebagai negara kontributor pasukan (Troop Contributing Country), Indonesia terus menjaga koordinasi erat dengan sekretariat PBB untuk memastikan keselamatan prajurit di lapangan.

Ketegangan di wilayah tersebut telah memberikan dampak nyata bagi kontingen Indonesia. Hingga saat ini, dilaporkan tiga personel TNI gugur dan delapan lainnya mengalami luka-luka akibat tiga serangan terpisah saat menjalankan tugas perdamaian bersama UNIFIL di Libanon.

(Ant/P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya