Praka Rico Gugur dalam Misi UNIFIL di Libanon, Pemerintah Minta PBB Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Israel

Khoerun Nadif Rahmat
24/4/2026 20:51
Praka Rico Gugur dalam Misi UNIFIL di Libanon, Pemerintah Minta PBB Selidiki Dugaan Kejahatan Perang Israel
Prajurit TNI Praka Rico gugur di Libanon akibat serangan Israel.(Dok. AFP)

DUKA mendalam menyelimuti Indonesia setelah Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon, gugur usai mengalami luka berat akibat serangan artileri tank Israel.

Pemerintah Republik Indonesia memastikan, Praka Rico mengembuskan napas terakhir setelah hampir satu bulan menjalani perawatan intensif di Beirut. Luka parah yang dideritanya berasal dari insiden ledakan di dekat Adchit Al Qusayr pada 29 Maret 2026.

Dalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan bahwa insiden tersebut terjadi saat prajurit Indonesia menjalankan mandat sebagai penjaga perdamaian dunia.

Sejak kejadian, pemerintah langsung bergerak cepat dengan menjalin koordinasi intensif bersama UNIFIL, otoritas Libanon, serta tim medis guna memastikan penanganan terbaik bagi korban. Namun, kondisi Praka Rico yang kritis tidak dapat diselamatkan.

Indonesia kini fokus pada proses pemulangan jenazah agar dapat dilakukan secepatnya dengan penuh penghormatan.

Di sisi lain, pemerintah juga melayangkan kecaman keras terhadap serangan tersebut. Indonesia menilai tindakan militer Israel yang mengenai personel penjaga perdamaian sebagai pelanggaran serius hukum internasional.

Pemerintah bahkan secara tegas mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk melakukan investigasi menyeluruh, transparan, dan akuntabel guna mengungkap fakta di balik insiden ini.

Keselamatan pasukan penjaga perdamaian, menurut Indonesia, merupakan hal mutlak yang tidak bisa ditawar. Untuk itu, koordinasi dengan PBB dan negara kontributor pasukan lainnya terus diperkuat, termasuk evaluasi sistem keamanan serta mitigasi risiko di wilayah operasi UNIFIL.

Praka Rico Pramudia, 31 tahun, mengembuskan napas terakhir setelah berjuang melewati masa kritisnya—meninggalkan duka mendalam sekaligus tuntutan keadilan dari tanah air. (Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya