Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump kembali meningkatkan tekanan terhadap Iran dengan ancaman penghancuran total infrastruktur vital Teheran. Ultimatum itu disampaikan menjelang batas waktu yang dia tetapkan terkait pembukaan Selat Hormuz.
Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Senin (6/4) waktu AS atau Selasa (7/4) WIB, Trump menyatakan serangan besar bisa terjadi dalam waktu sangat singkat. Target utama ialah infrastruktur sipil seperti jembatan dan pembangkit listrik.
“Seluruh negara itu bisa dihancurkan dalam satu malam, dan malam itu bisa saja besok malam,” ucap Trump.
“Setiap jembatan di Iran akan dihancurkan sebelum tengah malam besok, dan semua pembangkit listrik akan berhenti beroperasi. terbakar, meledak, dan tidak akan digunakan lagi,” ujarnya.
Ancaman tersebut muncul bersamaan dengan tenggat yang ia berikan kepada Iran hingga Selasa malam untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.
Trump menuntut jaminan arus bebas minyak melalui jalur strategis itu atau Iranmenghadapi konsekuensi militer besar. “Akan ada penghancuran total, dan itu bisa terjadi hanya dalam empat jam,” katanya.
Iran menolak proposal perdamaian 15 poin yang diajukan AS dan memilih mendorong pengakhiran konflik secara permanen. Teheran menyampaikan responsnya melalui Pakistan dalam dokumen berisi 10 poin. Dalam penjelasannya, Iran menilai pengalaman sebelumnya menjadi alasan utama untuk tidak menerima skema gencatan senjata.
Iran mengajukan sejumlah tuntutan, antara lain penghentian konflik di kawasan, jaminan keamanan pelayaran di Selat Hormuz, pembangunan kembali wilayah terdampak perang, serta pencabutan sanksi internasional. (AFP/P-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved