Israel Kecolongan, Prajuritnya Diduga Bekerja untuk Iran

Ferdian Ananda Majni
07/4/2026 14:37
Israel Kecolongan, Prajuritnya Diduga Bekerja untuk Iran
Ilustrasi tentara Israel.(Dok. AFP/Bader)

Otoritas Israel dilaporkan menangkap empat tentara aktif karena diduga terlibat dalam aktivitas spionase untuk Iran, termasuk memotret lokasi-lokasi sensitif. 

Penangkapan ini dilaporkan media lokal pada Senin (6/4) dan disebut sebagai kasus yang serius di tengah meningkatnya ketegangan akibat konflik Timur Tengah.

Media Israel, Channel 15, menyebut keempat tentara tersebut merupakan bagian dari unit tempur reguler. Mereka ditahan dalam kasus spionase baru dan mengkhawatirkan, dengan dugaan keterlibatan dalam operasi intelijen kolektif untuk Iran bahkan saat situasi perang berlangsung.

Menurut laporan tersebut, sebagian tersangka tidak diberikan akses ke penasihat hukum, sementara masa penahanan mereka telah diperpanjang oleh otoritas terkait. 

Informasi lebih lanjut menyebutkan bahwa intelijen Iran diduga memberikan tugas khusus kepada para tentara tersebut, termasuk mendokumentasikan fasilitas sensitif, meski rincian target tidak diungkapkan.

Laporan itu juga menilai bahwa insiden tersebut mencerminkan apa yang disebut sebagai upaya yang semakin meningkat untuk menembus lembaga keamanan Israel dan menyusup ke warga sipil.

Sumber yang sama memperingatkan adanya lonjakan signifikan dalam ancaman spionase yang dikaitkan dengan Iran dalam beberapa hari terakhir.

Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. 

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.

Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan menggunakan pesawat nirawak dan rudal yang menargetkan Israel serta sejumlah negara lain, seperti Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat. 

Selain itu, Iran juga memberlakukan pembatasan terhadap lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global. (Anadolu/H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya