Rusia Desak Trump Hentikan Ultimatum ke Iran, Kembali ke Jalur Negosiasi

Dhika Kusuma Winata
06/4/2026 18:25
Rusia Desak Trump Hentikan Ultimatum ke Iran, Kembali ke Jalur Negosiasi
Presiden Rusia Vladimir Putin(Anadolu)

PEMERINTAH Rusia mendesak Amerika Serikat menghentikan pendekatan ultimatum dalam menghadapi Iran dan kembali ke meja perundingan. Seruan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Lavrov melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Minggu (5/4) waktu setempat. Usai pembicaraan tersebut, Rusia menyatakan eskalasi konflik hanya dapat diredam jika Washington mengubah pendekatannya.

“Situasi ini akan lebih mudah diredakan jika Amerika Serikat meninggalkan bahasa ultimatum dan kembali ke jalur negosiasi,” demikian pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Rusia.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan menghancurkan infrastruktur vital Iran, termasuk pembangkit listrik dan jembatan, jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz.

Selain itu, Rusia dan Iran juga menyoroti serangan terhadap fasilitas sipil yang dinilai melanggar hukum internasional. Keduanya menyerukan penghentian serangan terhadap objek nonmiliter.

Salah satu yang menjadi perhatian ialah Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr yang di sana juga melibatkan teknisi asal Rusia. Moskow mengungkapkan kekhawatiran atas keselamatan personelnya di fasilitas tersebut.

Media pemerintah Rusia melaporkan hampir 200 pekerja telah mulai dievakuasi setelah proyektil yang terkait dengan operasi militer AS-Israel jatuh di dekat lokasi pembangkit.

Moskow juga menyatakan harapan agar berbagai upaya internasional untuk menurunkan ketegangan dapat membuahkan hasil. Rusia menilai jalur diplomasi tetap menjadi satu-satunya cara untuk mencegah konflik meluas. (Dhk/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya