Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump memberi sinyal akan segera mengakhiri keterlibatan negaranya dalam konflik dengan Iran. Langkah ini diambil tanpa menjatuhkan rezim Iran, membuka Selat Hormuz, maupun mencapai kesepakatan resmi dengan Teheran untuk menghentikan serangan terhadap AS dan sekutunya.
Dilansir dari CNN, Trump menyatakan bahwa tujuan strategis utama hampir tercapai. Ia menyebut kerusakan signifikan telah terjadi pada program militer Iran, termasuk kemampuan rudal, angkatan laut, dan jaringan proksinya.
Trump juga menegaskan bahwa fase tersulit dari konflik telah dilalui dan optimistis langkah mundur ini dapat meredakan tekanan ekonomi global, terutama akibat gangguan terhadap jalur energi dan pelayaran di Teluk Persia.
Namun, Iran justru menegaskan bahwa mereka yang akan menentukan kapan perang berakhir. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya siap melanjutkan konflik setidaknya selama enam bulan ke depan.
Sejumlah analis menilai, langkah mundur cepat Amerika Serikat justru berpotensi memperpanjang konflik. Berikut empat alasan utamanya.
Meski Trump mengklaim tujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir telah tercapai, laporan menunjukkan masih ada lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya tinggi belum terlacak.
Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa Iran justru akan mempercepat program nuklirnya. Apalagi, perubahan kepemimpinan dan menguatnya kelompok garis keras dapat mendorong kebijakan yang lebih agresif.
Alih-alih melemah, Iran berpotensi menjadi lebih tertutup dan lebih berani dalam mengembangkan kemampuan militernya.
Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi distribusi energi dunia. Jika AS keluar tanpa kesepakatan untuk membuka kembali jalur tersebut, Iran berpotensi mengendalikan lalu lintas kapal secara sepihak.
Hal ini dapat menciptakan tekanan besar pada pasar energi global. Harga minyak dan bahan bakar tetap tinggi karena gangguan pasokan, meskipun Amerika Serikat tidak sepenuhnya bergantung pada impor energi dari kawasan tersebut.
Kondisi ini juga membuka peluang bagi Iran untuk mendapatkan keuntungan ekonomi tambahan melalui pengendalian jalur pelayaran internasional.
Selama konflik berlangsung, Iran telah melakukan serangan langsung ke wilayah negara-negara Teluk dan mengganggu ekspor minyak mereka.
Jika Amerika Serikat mundur tanpa kesepakatan keamanan, negara-negara Teluk berisiko menghadapi ancaman serangan lanjutan. Selain itu, Iran dapat memperoleh pengaruh lebih besar dalam menentukan arus ekspor energi dari kawasan tersebut.
Langkah ini juga berpotensi merusak kepercayaan terhadap komitmen perlindungan keamanan yang selama ini dijanjikan oleh Amerika Serikat.
Tanpa keterlibatan aktif Amerika Serikat, Israel kemungkinan akan melanjutkan operasi militernya terhadap Iran dan sekutunya.
Hal ini dapat memperluas konflik ke wilayah lain seperti Lebanon dan Gaza. Selain itu, tidak ada jaminan Iran akan menghentikan serangan balasan, sehingga risiko eskalasi konflik tetap tinggi.
Kondisi ini membuat potensi konflik regional yang lebih luas masih terbuka. (CNN/Z-10)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Trump mengakui kesepakatan dengan Iran belum pasti tercapai. Ketegangan di Selat Hormuz dan ancaman blokade bikin harga minyak dunia jadi sorotan.
PAUS Leo XIV merespons Presiden Donald Trump yang menyerangnya di media sosial, dengan mengatakan bahwa seruannya untuk perdamaian berakar pada injil
Rusia mempertanyakan tujuan BoP gagasan Trump saat krisis Timur Tengah memburuk, dari Gaza hingga Lebanon, memicu keraguan banyak negara.
Seruan damai Paus Leo XIV soal perang di Timur Tengah dibalas sinis Donald Trump. Presiden AS itu menyebut Paus terlalu liberal dan menyinggung Iran.
Sejumlah klaim Donald Trump soal Iran dan kebijakan luar negeri dinilai tidak akurat, tidak terbukti, hingga tak bisa diverifikasi dalam laporan cek fakta terbaru.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved