Kesepakatan AS-Iran di Ujung Tanduk, Trump Lempar Sinyal Tak Pasti

 Gana Buana
17/4/2026 16:05
Kesepakatan AS-Iran di Ujung Tanduk, Trump Lempar Sinyal Tak Pasti
Presiden AS, Donald Trump mengakui kesepakatan dengan Iran belum pasti tercapai.(Dok. AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump akhirnya mengakui bahwa peluang tercapainya kesepakatan final dengan Iran masih jauh dari kepastian, di tengah situasi geopolitik yang terus memanas.

Berbicara di hadapan pendukungnya di Las Vegas, Trump secara terbuka menyebut negosiasi belum membuahkan hasil konkret.

“Kesepakatan itu belum ada. Dan ya, sangat mungkin juga tidak akan terjadi,” ujarnya.

Pernyataan ini menandai perubahan nada dari optimisme sebelumnya, sekaligus mempertegas bahwa jalur diplomasi antara Washington dan Teheran masih penuh hambatan.

Meski begitu, Trump tetap mencoba menjaga sentimen positif dengan menyebut adanya peluang “kejutan menyenangkan” dalam waktu dekat. Ia menyinggung potensi turunnya harga minyak dan bensin sebagai dampak jika situasi membaik.

Namun, di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan dinamika yang justru semakin kompleks.

Pertemuan terakhir antara kedua negara yang digelar di Islamabad pada 11 April lalu berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden AS JD Vance bahkan menegaskan bahwa delegasi Amerika pulang dengan tangan kosong, memperlihatkan betapa tajamnya perbedaan posisi kedua pihak.

Ketegangan semakin meningkat setelah Angkatan Laut AS mulai menerapkan blokade terhadap lalu lintas maritim di sekitar Selat Hormuz pada 13 April. Langkah ini langsung menarik perhatian global, mengingat jalur tersebut merupakan urat nadi energi dunia.

Sekitar 20% distribusi minyak, produk turunannya, serta gas alam cair global melewati Selat Hormuz, menjadikannya titik paling krusial dalam rantai pasok energi internasional.
Pemerintah AS menyatakan kapal non-Iran masih diizinkan melintas, selama tidak melakukan pembayaran apa pun kepada Teheran. Namun hingga kini, otoritas Iran belum mengeluarkan sikap resmi terkait kebijakan pungutan yang menjadi salah satu sumber ketegangan.

Trump juga mengisyaratkan kemungkinan adanya pertemuan lanjutan dalam waktu dekat, bahkan berpotensi digelar akhir pekan ini. Meski begitu, ia tidak memberikan kepastian apakah perundingan tersebut akan menghasilkan terobosan signifikan.

Dengan kondisi negosiasi yang stagnan dan tekanan militer yang meningkat, masa depan hubungan AS-Iran kini berada di titik paling rapuh, dengan dampak yang bisa langsung terasa pada stabilitas energi global. (Ant/Z-10)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya