Rusia Serang Kredibilitas BoP Trump, Nilainya tak Relevan di Tengah Krisis Timur Tengah

 Gana Buana
13/4/2026 15:38
Rusia Serang Kredibilitas BoP Trump, Nilainya tak Relevan di Tengah Krisis Timur Tengah
Direktur Departemen Organisasi Internasional Kemlu Rusia, Kirill Logvinov.(Dok. Medamax)

KEMENTERIAN Luar Negeri Rusia mulai secara terbuka mempertanyakan relevansi dan tujuan sesungguhnya Board of Peace (BoP), inisiatif yang diusung Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, ketika situasi di Timur Tengah justru kian memburuk.

Direktur Departemen Organisasi Internasional Kemlu Rusia, Kirill Logvinov, mengatakan makin banyak negara kini meragukan arah nyata forum tersebut, termasuk efektivitas dan skema pelaksanaannya di lapangan.

“Di tengah situasi Timur Tengah yang terus memburuk, bahkan negara-negara yang secara resmi sudah bergabung mulai mempertanyakan tujuan sebenarnya dari Dewan Perdamaian ini, termasuk bagaimana mekanisme praktisnya akan dijalankan,” kata Logvinov kepada RIA Novosti, Minggu (13/4).

Menurut dia, keraguan itu terlihat dari sikap banyak delegasi yang memilih bergabung hanya sebagai pengamat, alih-alih terlibat penuh.

Logvinov menilai kondisi kawasan saat ini justru menunjukkan jurang besar antara narasi perdamaian dan realitas di lapangan. Ia menyoroti operasi militer Israel yang masih berlangsung di Jalur Gaza, bersamaan dengan pembatasan besar terhadap distribusi bantuan kemanusiaan.

Tak hanya Gaza, Rusia juga menyinggung eskalasi di Tepi Barat. Logvinov menyebut pembangunan dan perluasan permukiman Israel kini berlangsung dalam laju yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pada saat yang sama, kekerasan dan aksi ekstremisme oleh para pemukim disebut mencapai titik yang sangat mengkhawatirkan.

Ia juga menyoroti situasi Yerusalem yang dinilai makin sensitif. Menurut Logvinov, pelanggaran terhadap status quo terjadi bahkan saat momen sakral keagamaan seperti akhir Ramadan dan Paskah, termasuk pembatasan akses menuju situs-situs suci.

Rusia turut mengingatkan potensi meluasnya konflik ke negara lain. Mengutip pernyataan Sekretaris Jenderal PBB, Logvinov menyebut Lebanon berisiko menghadapi skenario serupa dengan Gaza. Di saat yang sama, ketegangan juga disebut terus meningkat di Suriah bagian selatan, termasuk di Suwayda dan kawasan Dataran Tinggi Golan.

Pernyataan Moskow ini menegaskan satu hal: di tengah api konflik yang belum padam, inisiatif perdamaian apa pun akan sulit dipercaya bila tak mampu menjawab krisis nyata yang terus membesar di kawasan. (Sputnik/RIA Novosti/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya