Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Jerman kemungkinan akan bergabung dalam upaya mengamankan jalur pelayaran di kawasan Teluk Persia setelah konflik berakhir, kata Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt, Kamis.
“Kami juga mungkin terlibat dalam operasi di Selat Hormuz. Misalnya, jika menyangkut pembersihan ranjau atau misi serupa,” ujar Dobrindt kepada penyiar ARD.
Menteri tersebut menggemakan pernyataan Kanselir Friedrich Merz yang menyebut konflik di Timur Tengah “bukan perang Jerman.”
“Kami bukan bagian dari itu. Kami tidak dikonsultasikan sebelumnya. Kami tidak terlibat... Jerman dapat tetap berada di luar situasi ini,” tambahnya.
Terkait prospek migrasi, Dobrindt mengatakan situasi ke depan masih belum pasti, namun mencatat bahwa tidak terjadi lonjakan migrasi dari Iran.
Pada 14 Maret, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyerukan kepada China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, Inggris, dan negara lain untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz guna menjaga keamanan navigasi.
Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Kaja Kallas menyatakan bahwa negara-negara Uni Eropa belum siap mengirim armada ke kawasan tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran merespons dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. (Ant/P-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Analisis mengungkap krisis Timur Tengah picu kerugian global US$1 triliun. Di sisi lain, perusahaan minyak raup laba besar di tengah kemiskinan dunia.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved