Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ESKALASI konflik di Timur Tengah memasuki babak baru yang mencekam. Pesawat tempur Amerika Serikat dan Israel meluncurkan gelombang serangan udara ke berbagai wilayah Iran pada Senin waktu setempat. Serangan ini terjadi bertepatan dengan aksi turun ke jalan ribuan warga di Teheran untuk menyatakan kesetiaan kepada Mojtaba Khamenei, yang baru saja ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
Konflik yang kini memasuki minggu kedua tersebut terus memanas. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, pangkalan militer AS di Timur Tengah, hingga infrastruktur energi di kawasan Teluk.
Di tengah dentuman ledakan, massa berkumpul di Lapangan Enghelab, Teheran. Sambil mengibarkan bendera Iran dan potret mendiang Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan udara Israel di awal perang. Mereka juga meneriakkan slogan anti-Barat.
"Jalan Imam Khamenei yang syahid akan terus berlanjut di bawah nama Khamenei," ujar Hosseinali Eshkevari, anggota Majelis Ahli Iran, lembaga yang bertugas memilih Pemimpin Tertinggi.
Namun, pengangkatan Mojtaba Khamenei mendapat kecaman keras dari dunia internasional. Presiden AS, Donald Trump, mengkritik keras keputusan tersebut. "Saya pikir mereka membuat kesalahan besar. Saya tidak tahu apakah ini akan bertahan lama," kata Trump kepada NBC.
Ketegangan ini memicu guncangan hebat pada ekonomi dunia. Harga minyak melonjak drastis, menyebabkan pasar saham global anjlok. Serangan Iran di Selat Hormuz bahkan telah menghentikan hampir seluruh lalu lintas kapal tanker di jalur yang memasok seperlima kebutuhan minyak dunia tersebut.
Prancis dan sekutunya kini tengah menyiapkan misi angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal tanker guna membuka kembali jalur pelayaran tersebut. "Misi ini bertujuan mengawal kapal kontainer dan tanker setelah fase terpanas konflik berakhir," ujar Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
Namun, Kepala Keamanan Iran, Ali Larijani, menegaskan jalur aman di Selat Hormuz tidak akan pulih selama AS dan Israel terus "menyalakan api" di kawasan tersebut.
Di Libanon, Israel terus menekan pos-pos Hizbullah melalui serangan udara di Beirut dan operasi darat di wilayah selatan. Serangan ini memicu eksodus besar-besaran.
"Perpindahan massal di seluruh Libanon telah memaksa hampir 700.000 orang, termasuk sekitar 200.000 anak-anak, meninggalkan rumah mereka," ungkap Edouard Beigbeder, Direktur Regional UNICEF.
Hingga saat ini, tercatat sedikitnya 1.230 orang tewas di Iran, 397 di Libanon, dan 11 di Israel. Selain itu, negara-negara tetangga seperti Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Bahrain juga melaporkan kerusakan infrastruktur serta korban luka akibat serpihan rudal dan serangan drone Iran yang menyasar wilayah mereka. (The Guardian/Z-2)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran demi solusi diplomatik, meski kepemimpinan Iran dilaporkan terpecah belah.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan intelijen menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis akibat serangan AS-Israel. Teheran membantah klaim kondisi koma.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan akibat kondisi parah, sementara donald trump sepakat gencatan senjata
Mojtaba Khamenei dikabarkan kritis dan tak sadarkan diri. Iran menghadapi krisis kepemimpinan di tengah konflik dan ancaman keras dari AS.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved