Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MOTJABA Khamenei resmi ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi baru Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas dalam serangan udara AS dan Israel. Penetapan tersebut dilakukan oleh Majelis Pakar di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Dengan pengangkatan ini, Mojtaba Khamenei yang berusia 56 tahun menjadi Pemimpin Tertinggi ketiga Iran sejak Revolusi Islam Iran 1979. Ia diperkirakan akan melanjutkan garis kebijakan keras yang selama ini dipegang ayahnya, terutama dalam hubungan dengan Amerika Serikat.
Menurut laporan media pemerintah, penetapan Mojtaba dilakukan melalui keputusan mufakat oleh Assembly of Experts, lembaga yang beranggotakan 88 ulama dan bertugas memilih serta mengawasi Pemimpin Tertinggi Iran.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa siapa pun yang menjadi Pemimpin Tertinggi Iran tanpa persetujuan Washington tidak akan bertahan lama.
Korps elit Iran, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), juga menyatakan dukungannya terhadap kepemimpinan baru tersebut.
Dalam sistem politik Iran, Pemimpin Tertinggi merupakan otoritas tertinggi negara yang memiliki pengaruh besar atas cabang eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Jabatan ini juga memegang peran penting dalam menentukan kebijakan strategis negara, termasuk program nuklir Iran.
Mojtaba Khamenei lahir pada 8 September 1969 di Mashhad, sebuah kota penting bagi kehidupan keagamaan di Iran. Ia merupakan putra kedua dari Ali Khamenei, yang memimpin Iran sebagai Pemimpin Tertinggi sejak 1989 hingga wafat dalam serangan udara Amerika Serikat dan Israel lebih dari sepekan lalu.
Sebagai anak dari tokoh utama Republik Islam, Mojtaba tumbuh di tengah dinamika politik Iran. Ia menyaksikan langsung perjalanan ayahnya dari salah satu tokoh penting dalam revolusi hingga menjadi presiden Iran sebelum akhirnya menjabat sebagai Pemimpin Tertinggi.
Mojtaba menikah dengan Zahra Haddad-Adel, putri dari politikus konservatif terkemuka Gholam-Ali Haddad-Adel, mantan ketua parlemen Iran yang kini memimpin salah satu lembaga kebudayaan besar di negara tersebut.
Zahra termasuk di antara korban yang tewas dalam serangan udara yang menargetkan kompleks kediaman keluarga Khamenei di Tehran. Dalam serangan yang sama, Mojtaba dilaporkan selamat, tetapi kehilangan sejumlah anggota keluarga, termasuk ibunya, saudara perempuan, ipar, serta beberapa keponakannya.
Mojtaba Khamenei mengambil alih kepemimpinan Iran pada salah satu periode paling tegang dalam sejarah modern negara tersebut, ketika konflik dengan Amerika Serikat dan Israel masih berlangsung. Situasi semakin memanas setelah pejabat tinggi Israel melontarkan ancaman terhadap pemimpin baru Iran. (Anadolu/H-4)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran demi solusi diplomatik, meski kepemimpinan Iran dilaporkan terpecah belah.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Laporan intelijen menyebut Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei dalam kondisi kritis akibat serangan AS-Israel. Teheran membantah klaim kondisi koma.
PEMIMPIN Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei dilaporkan dalam keadaan tidak sadarkan diri dan sedang menjalani perawatan akibat kondisi parah, sementara donald trump sepakat gencatan senjata
Mojtaba Khamenei dikabarkan kritis dan tak sadarkan diri. Iran menghadapi krisis kepemimpinan di tengah konflik dan ancaman keras dari AS.
Mohsen Rezaei, penasihat militer Mojtaba Khamenei, menegaskan Iran tidak akan berhenti berperang sebelum AS memberikan jaminan internasional dan mencabut sanksi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved