Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
GARDA Revolusi Iran (IRGC) menyatakan pihaknya menunggu langkah Amerika Serikat (AS) terkait rencana pengawalan kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan yang membuat aktivitas pelayaran di jalur perdagangan strategis itu terganggu.
Juru bicara Garda Revolusi Iran Ali Mohammad Naini mengatakan pihaknya mencermati rencana Washington yang akan mengerahkan Angkatan Laut untuk mengawal kapal-kapal di selat tersebut.
"Kami menunggu kehadiran mereka," kata Naini pada Sabtu (7/3), menanggapi pengumuman pejabat Amerika Serikat terkait rencana pengawalan kapal di Selat Hormuz.
Sebelumnya, Menteri Energi AS pada Jumat menyatakan bahwa Angkatan Laut AS tengah mempersiapkan langkah untuk mengawal kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.
Menurutnya, pengawalan akan dilakukan oleh militer AS segera setelah dianggap masuk akal untuk melakukannya.
Ketegangan yang meningkat di kawasan Timur Tengah juga berdampak pada aktivitas pelayaran di Strait of Hormuz.
Data dari platform pelacakan kapal MarineTraffic yang dianalisis AFP menunjukkan hanya sembilan kapal tanker minyak, kapal kargo, dan kapal kontainer yang tercatat melintasi selat tersebut sejak Senin. Beberapa kapal bahkan dilaporkan sempat menyembunyikan posisi mereka selama perjalanan.
Penurunan lalu lintas terjadi setelah tiga kapal diserang pada Minggu lalu. Sejak insiden tersebut, setidaknya hanya tiga kapal tanker minyak dan satu kapal pengangkut gas yang tercatat melintasi jalur pelayaran tersebut.
Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia. Sekitar 20% pasokan minyak mentah global dan hampir 20% gas alam cair (LNG) biasanya melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas tersebut.
Di tengah situasi tersebut, konflik antara Iran dan AS memasuki pekan kedua pada Sabtu. Ketegangan meningkat setelah serangkaian serangan baru terjadi di kawasan Asia Barat.
Iran dilaporkan meluncurkan rudal ke arah Israel, sementara militer Israel menyatakan telah melakukan serangan balasan. Ledakan juga dilaporkan terdengar di Dubai serta di Manama.
Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan segera menuju tempat aman. "Warga dan penduduk diimbau untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat," demikian pernyataan kementerian yang diunggah melalui platform X.
Sementara itu, militer Iran menyatakan angkatan lautnya telah melancarkan serangkaian serangan pesawat tak berawak yang menargetkan Israel serta pangkalan militer AS di UEA dan Kuwait.
"Angkatan Laut Iran menargetkan pangkalan-pangkalan Amerika dan wilayah-wilayah pendudukan dengan gelombang serangan pesawat tak berawak yang besar," kata militer Iran dalam pernyataan yang dikutip kantor berita resmi Islamic Republic News Agency (IRNA). (Z-2)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved