Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa AS siap memberikan bantuan di tengah meningkatnya penindakan aparat terhadap para pengunjuk rasa di Iran. Pernyataan tersebut disampaikan ketika demonstrasi di negara itu terus meluas dan dihadapi dengan respons keras dari otoritas Republik Islam Iran.
"Iran sedang menantikan kebebasan, mungkin seperti belum pernah terjadi sebelumnya. AS siap membantu!!!" tulis Trump dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social, tanpa merinci bentuk bantuan yang dimaksud.
Komentar tersebut disampaikan sehari setelah Trump menyatakan bahwa Iran berada dalam masalah besar dan kembali memperingatkan bahwa dirinya dapat memerintahkan serangan militer. Trump sebelumnya juga secara terbuka menawarkan dukungan kepada para demonstran Iran melalui media sosial dengan pernyataan serupa.
Di tengah pemutusan akses internet dan terhentinya saluran telepon di Iran, pemantauan dampak demonstrasi dari luar negeri menjadi semakin sulit.
Namun, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di Amerika Serikat, jumlah korban tewas dalam gelombang protes telah meningkat menjadi sedikitnya 72 orang, sementara lebih dari 2.300 lainnya dilaporkan ditahan.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan adanya korban jiwa di pihak pasukan keamanan dan menegaskan bahwa pemerintah masih memegang kendali atas situasi nasional.
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memberi sinyal akan adanya tindakan keras lanjutan, meskipun terdapat peringatan dari Amerika Serikat. Ketegangan semakin meningkat pada Sabtu (10/1) ketika Jaksa Agung Iran, Mohammad Movahedi Azad, mengeluarkan ancaman tegas terhadap para peserta demonstrasi.
Dia memperingatkan bahwa siapa pun yang terlibat dalam aksi protes akan dianggap sebagai musuh Tuhan, sebuah tuduhan serius yang dapat berujung pada hukuman mati.
Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah, otoritas Iran juga menyatakan bahwa mereka yang membantu para perusuh akan menghadapi tuduhan serupa.
"Jaksa penuntut harus dengan cermat dan tanpa penundaan, dengan mengeluarkan dakwaan, mempersiapkan dasar untuk persidangan dan konfrontasi yang menentukan dengan mereka yang, dengan mengkhianati bangsa dan menciptakan ketidakamanan, berupaya mendominasi negara ini," bunyi pernyataan tersebut dikutip First Post, Minggu (11/1).
"Proses harus dilakukan tanpa kelonggaran, belas kasihan, atau toleransi," tambahnya.
Sejumlah pemimpin dunia mendesak Iran untuk menahan diri. Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyatakan bahwa Eropa mendukung aksi protes massal warga Iran dan mengecam penindasan kekerasan terhadap para demonstran.
Di dalam negeri, dampak pembatasan komunikasi dirasakan langsung oleh warga. Pada Sabtu, yang merupakan awal pekan kerja di Iran, seorang pria di Teheran mengaku tidak dapat mengakses email kantornya.
"Ini adalah harga yang harus dibayar sebelum kemenangan rakyat," katanya.
Pada Jumat (9/1) sebelumnya, Trump menolak untuk mengesampingkan kemungkinan aksi militer baru terhadap Iran, menyusul dukungan dan keterlibatan Washington dalam perang 12 hari antara Israel dan Republik Islam Iran pada Juni lalu.
"Iran dalam masalah besar. Tampaknya bagi saya bahwa rakyat sedang merebut kota-kota tertentu yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya beberapa minggu yang lalu," tegas Trump. (H-3)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved