Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam keras meningkatnya jumlah korban jiwa akibat serangan militer terbaru Israel di Jalur Gaza.
Lembaga dunia itu menyebut situasi tersebut mengerikan dan memperingatkan agar peluang menuju perdamaian tidak kembali hilang.
Menurut pernyataan otoritas Israel, militer mereka melancarkan serangan terhadap puluhan target kelompok Hamas setelah seorang tentaranya tewas.
Serangan udara tersebut menjadikan malam di Gaza sebagai yang paling mematikan sejak gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat diberlakukan awal Oktober.
Kepala Hak Asasi Manusia PBB Volker Turk mengatakan bahwa serangan Israel dilaporkan menghantam fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah penduduk serta tenda pengungsi internal di wilayah Palestina.
"Laporan bahwa lebih dari 100 warga Palestina tewas semalam dalam gelombang serangan udara Israel, terutama terhadap bangunan tempat tinggal, tenda pengungsi internal dan sekolah di seluruh Jalur Gaza, setelah tewasnya seorang tentara Israel, sungguh mengerikan," katanya dalam pernyataan resmi dikutip AFP Kamis (30/10).
Turk menegaskan pentingnya ketaatan terhadap hukum perang yang menekankan perlindungan terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil.
Dia juga mengingatkan bahwa Israel harus mematuhi kewajiban berdasarkan hukum humaniter internasional dan akan bertanggung jawab atas setiap pelanggaran yang terjadi.
"Sangat menyedihkan bahwa pembunuhan ini terjadi tepat ketika penduduk Gaza yang telah lama menderita mulai merasa ada harapan bahwa rentetan kekerasan yang tak henti-hentinya mungkin akan berakhir," tambahnya.
Baca juga: Jurnalis AS Ungkap Penyebab Ledakan Rafah Singkap Kebohongan Netanyahu
Turk menyerukan semua pihak untuk bertindak dengan itikad baik dan menghormati gencatan senjata yang telah disepakati.
Dia juga meminta negara-negara yang memiliki pengaruh besar di kawasan agar mendorong kepatuhan terhadap kesepakatan damai tersebut.
"Dua tahun terakhir telah membawa penderitaan dan kesengsaraan yang tak terkira, serta kehancuran Gaza yang hampir menyeluruh," sebutnya.
"Kita tidak boleh membiarkan kesempatan untuk perdamaian dan jalan menuju masa depan yang lebih adil dan aman ini terlepas dari genggaman kita," pungkas Turk. (AFP/I-2)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved