Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MILITER Israel diduga menguasai area lebih luas di Jalur Gaza, Palestina, dibandingkan batas yang disepakati dalam perjanjian gencatan senjata dengan Hamas.
Analisis terbaru dari BBC Verify menunjukkan bahwa posisi penanda yang dipasang pasukan Israel berada ratusan meter lebih dalam dari garis yang telah ditentukan dalam peta resmi.
Pada tahap pertama perjanjian, Israel berkomitmen menarik pasukannya hingga ke garis perbatasan utara, selatan, dan timur Gaza. Batas ini dikenal sebagai Garis Kuning, berdasarkan peta yang dirilis oleh militer Israel.
Namun, citra satelit dan rekaman video memperlihatkan bahwa blok beton penanda ditempatkan jauh di dalam wilayah Gaza, tidak sesuai dengan posisi garis yang disepakati.
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, sebelumnya memperingatkan bahwa siapa pun yang melintasi garis itu akan mendapat tembakan balasan. Setidaknya dua insiden mematikan dilaporkan terjadi di sekitar area tersebut.
Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menolak menjawab tudingan pergeseran batas. IDF hanya menyatakan bahwa pasukan di bawah Komando Selatan telah mulai menandai Garis Kuning untuk memastikan kejelasan taktis di lapangan.
BBC Verify menemukan bahwa di wilayah utara, dekat permukiman al-Atatra, penanda dipasang hingga 520 meter lebih ke dalam wilayah Gaza. Di selatan, dekat Khan Younis, citra satelit menunjukkan penanda lain yang menjorok antara 180 hingga 290 meter melewati batas resmi.
Beberapa analis mengatakan langkah ini mencerminkan strategi Israel untuk menciptakan zona penyangga antara warga Palestina dan pasukan IDF.
Baca juga: Mayoritas 195 Jenazah Tahanan Palestina Tampak Tanda Penyiksaan, Mutilasi, Organ Hilang
Dr. Andreas Krieg dari King’s College London menyebut langkah itu sebagai bagian dari budaya strategis Israel untuk mengambil ruang tak bertuan yang memisahkan mereka dari wilayah lawan.
Warga Gaza kini kebingungan mengenai area yang aman. Abdel Qader Ayman Bakr, warga distrik Shejaiya, mengatakan belum melihat tanda batas apa pun di wilayahnya.
"Kami bisa melihat kendaraan militer Israel dari dekat, tetapi tidak tahu apakah kami berada di zona aman atau berbahaya," katanya.
Baca juga: Siapa di Belakang Empat Milisi Anti-Hamas di Gaza
Sejak gencatan senjata diberlakukan pada 10 Oktober, IDF melaporkan beberapa insiden pelanggaran di Garis Kuning dan menembaki pihak yang melintas. Salah satu insiden pada 17 Oktober menewaskan 11 warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menurut Badan Pertahanan Sipil Gaza.
Ahli hukum internasional, Dr. Lawrence Hill-Cawthorne dari Universitas Bristol, menegaskan bahwa Israel tetap memiliki kewajiban hukum untuk tidak menyerang warga sipil. "Hukum konflik bersenjata tetap berlaku, bahkan bagi mereka yang melintasi garis tersebut," ujarnya.
Baca juga: Sejarawan Israel Avi Shlaim Zionisme sedang Hancurkan Diri Sendiri
Sementara itu, juru bicara militer Israel mengatakan blok beton penanda dipasang setiap 200 meter dan operasi militer di Gaza masih berlangsung untuk melindungi warga sipil Israel.
Sejak dimulai konflik pada Oktober 2023, lebih dari 68.000 warga Gaza dilaporkan tewas akibat serangan Israel, demikian menurut data Kementerian Kesehatan Gaza. (BBC News/I-2)
Exxon, Chevron, dan BP alihkan investasi eksplorasi minyak ke wilayah aman seperti Nigeria dan Venezuela guna hindari risiko konflik di Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi penyitaan kapal kargo Iran Touska oleh USS Spruance di tengah blokade Selat Hormuz dan ancaman serangan infrastruktur.
Pigai menekankan bahwa konflik antara TNI dan kelompok bersenjata seperti TPNPB tidak boleh mengorbankan masyarakat sipil.
Tahapan penanganan yang sedang berlangsung mencakup pemeriksaan para pihak, pendalaman kronologi, verifikasi alat bukti, serta penyusunan rekomendasi oleh Satgas PPK.
Pemerintahan Donald Trump dilaporkan ingin singkirkan Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel. AS tutup pintu diplomasi selama Diaz-Canel menjabat. Cek detailnya!
Pejabat Iran klaim Mossad dalangi serangan drone ke kilang minyak Ras Tanura Saudi untuk memicu perang regional. Simak rincian tuduhan Teheran di sini.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved