Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
EXXON Mobil, Chevron, dan perusahaan energi lain mempercepat pencarian prospek minyak dan gas baru. Lokasi yang diincar jauh dari bahaya perang di Timur Tengah.
Exxon baru-baru ini menguraikan rencana potensial untuk menginvestasikan hingga US$24 miliar ke ladang minyak lepas pantai Nigeria. Chevron memperluas jejaknya di Venezuela.
BP membeli saham di blok minyak di lepas pantai Namibia. TotalEnergies menandatangani kesepakatan eksplorasi dengan Turki.
Perusahaan minyak besar itu secara bersama-sama dapat menciptakan nilai US$120 miliar dari usaha eksplorasi mereka dalam beberapa tahun mendatang. Demikian menurut perkiraan perusahaan riset dan konsultasi energi Wood Mackenzie pada Kamis (16/4).
Serangan Iran terhadap infrastruktur energi dan kemacetan pengiriman di wilayah Teluk Persia memicu perebutan minyak global dan memangkas pendapatan miliaran dolar bagi beberapa perusahaan minyak Barat. Namun, lonjakan harga energi memberikan industri minyak keuntungan besar yang diharapkan dapat membantunya memasuki wilayah yang sebelumnya tidak terjangkau atau ditinggalkan bertahun-tahun yang lalu. Masuknya dana ini terjadi setelah banyak perusahaan pengeboran memangkas pengeluaran untuk eksplorasi guna mengembalikan lebih banyak uang tunai kepada pemegang saham.
"Jangan pernah meremehkan romantisme orang-orang di hulu yang melihat peluang. Mereka berkata, 'Wah, alangkah hebatnya jika kita bisa melakukan ini atau itu,'" kata Edward Chow, seorang rekan senior di Center for Strategic & International Studies dan mantan eksekutif Chevron. "Sekarang, Anda punya uang untuk melakukannya."
Selama panggilan telepon pada Kamis dengan para eksekutif dari Exxon, Chevron, dan perusahaan minyak lain, Menteri Energi Chris Wright dan Menteri Dalam Negeri Doug Burgum mendesak mereka untuk terus meningkatkan produksi minyak untuk melawan lonjakan harga menjelang kekurangan pasokan yang akan datang.
Harga minyak berjangka AS diperdagangkan mendekati US$88 per barel, di atas US$60 yang sebelumnya berada di kisaran tersebut sebelum perang. Harga anjlok pada Jumat setelah Presiden Trump dan pejabat Iran mengatakan Selat Hormuz dibuka kembali. Iran kemudian mengatakan selat itu ditutup kembali.
Perusahaan-perusahaan minyak ingin memaksimalkan produksi mereka untuk memanfaatkan harga yang lebih tinggi, tetapi dalam batasan anggaran mereka saat ini dan tanpa menanggung biaya tambahan untuk melakukan investasi besar. Ini dikatakan orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.
Baca juga: Trump Klaim Sita Kapal Iran Touska dari Pelabuhan Tiongkok
Secara gabungan, perusahaan-perusahaan minyak besar menghabiskan rata-rata US$19 miliar untuk eksplorasi global setiap tahun dari 2021 hingga 2025, menurut Wood Mackenzie.
Para eksekutif energi juga fokus pada misi jangka Panjang yaitu menemukan cukup minyak dan gas untuk mendorong keuntungan mereka hingga 2030-an, kata beberapa orang. Penutupan Selat Hormuz, titik penting jalur minyak dan gas antara Iran dan Uni Emirat Arab, menjebak 20% dari pasokan minyak dan gas cair dunia sehari-hari.
Beberapa perusahaan minyak Barat yang beroperasi di Timur Tengah mengalami kerugian signifikan. Exxon mengatakan perang tersebut mengurangi produksi minyak dan gas globalnya sebesar 6% pada kuartal pertama.
Perusahaan tersebut diperkirakan kehilangan pendapatan sekitar US$5 miliar per tahun setelah mengalami kerusakan di fasilitas gas alam di Qatar. Mitra mereka, QatarEnergy, memperkirakan bahwa perbaikan dapat memakan waktu hingga lima tahun.
Untuk saat ini, sektor minyak dan gas diperkirakan akan mengalihkan perhatiannya dari Teluk Persia. Beberapa hari sebelum perang dimulai, Chevron mengatakan bahwa mereka memasuki pembicaraan eksklusif dengan Basra Oil Irak untuk mendapatkan saham di salah satu ladang minyak darat terbesar di dunia, West Qurna 2. Namun, analis mengatakan bahwa diragukan perusahaan minyak Barat akan menandatangani kesepakatan besar di Timur Tengah sampai konflik sepenuhnya terselesaikan.
Sebaliknya, dampak ekonomi dari perang mendorong perusahaan untuk mendiversifikasi portofolio mereka dan menyebarkan risiko gangguan ke seluruh dunia. Perusahaan energi juga berupaya meningkatkan cadangan mereka. Produsen minyak dunia perlu menemukan sumber daya baru yang cukup untuk menambah 300 miliar barel ke cadangan kolektif mereka untuk memenuhi permintaan global hingga 2050.
Exxon, Chevron, Shell, BP, dan TotalEnergies sedang mengamati dengan saksama prospek pengeboran baru di Afrika, Amerika Selatan, dan Mediterania timur yang dapat mengisi kembali cadangan mereka untuk dekade mendatang.
Minggu lalu, Exxon mengambil langkah untuk melakukan pengeboran di lepas pantai Yunani. Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan ini menandatangani perjanjian eksplorasi awal dengan Irak, Turki, dan Gabon. Di Trinidad dan Tobago, perusahaan ini melakukan pekerjaan seismik untuk menemukan minyak dan gas di perairan dalam negara tersebut. Pengeluaran internasional Exxon mencapai sekitar US$9 miliar tahun lalu, termasuk pengembangan yang sudah ada.
Sementara itu, Chevron meningkatkan tim eksplorasinya, termasuk melalui akuisisi Hess senilai US$53 miliar tahun lalu. Mereka merekrut mantan eksekutif TotalEnergies, Kevin McLachlan, sebagai wakil presiden eksplorasi. Chevron mengalokasikan US$7 miliar untuk pengeluaran pengembangan lepas pantai di seluruh dunia tahun ini.
Di Venezuela, lokasi Chevron sebagai investor asing terbesar, perusahaan ini menyetujui kesepakatan pertukaran aset minggu lalu yang akan meningkatkan posisinya di wilayah kaya minyak berat kental yang disukai kilang AS itu. Perusahaan milik negara Petróleos de Venezuela menjual tambahan 13% saham kepada perusahaan tersebut di salah satu usaha patungannya di Venezuela. Proyek lain, tempat Chevron memiliki 30% saham, diberikan hak pengembangan di wilayah sekitarnya.
Pada konferensi energi di Houston bulan lalu, CEO Chevron Mike Wirth mengatakan langkah terbaru negara itu untuk mengubah undang-undang yang mengatur kesepakatan bahan bakar fosil merupakan langkah awal yang baik. "Masih ada hal-hal yang menurut saya perlu dilakukan untuk mendorong investasi dalam skala yang diinginkan masyarakat," kata Wirth. Ia menambahkan bahwa operator di Venezuela membutuhkan penyelesaian sengketa yang lebih tahan lama dan dapat diprediksi.
Gedung Putih mendorong lebih banyak perusahaan minyak AS untuk menginvestasikan uang ke sektor minyak Venezuela. Sebagian besar perusahaan pengeboran berhati-hati untuk berinvestasi di sana setelah bertahun-tahun salah urus.
Chevron akan melakukan pekerjaan eksplorasi akhir tahun ini di Mesir. Mereka memiliki 9 juta hektare di Laut Mediterania. Baru-baru ini perusahaan mengonfirmasi penemuan minyak yang substansial di Teluk Meksiko. Awal tahun ini, mereka memenangkan empat konsesi lepas pantai di dekat Yunani serta blok di Libia yang kaya minyak.
Harga minyak diperkirakan akan tetap tinggi dalam beberapa bulan mendatang meskipun hambatan di Selat Hormuz teratasi.
"Harga minyak yang tinggi secara berkelanjutan merupakan sahabat terbaik eksplorasi," kata Schreiner Parker, seorang analis di Rystad Energy, perusahaan riset dan konsultasi. "Dalam jangka menengah hingga panjang, akan ada premi risiko yang melekat pada setiap barel dari Teluk Persia yang akan mendorong orang untuk melakukan eksplorasi di wilayah perbatasan." (WSJ/I-2)
SEJUMLAH perusahaan minyak Barat berjuang untuk meperoleh kembali puluhan miliar dolar AS yang menurut mereka merupakan utang Venezuela kepada mereka.
Kegiatan pemboran sumur merupakan pemboran sumur pertama dalam kegiatan pemboran Banyu Urip Infill Clastic di Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved