Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERSERIKATAN Bangsa-Bangsa (PBB) pada Rabu (20/8) menyuarakan keprihatinan mendalam terkait persetujuan Israel atas pembangunan lebih dari 3.000 unit permukiman baru di kawasan E1, Tepi Barat yang diduduki.
Badan PBB menilai langkah tersebut akan menimbulkan konsekuensi kemanusiaan serius bagi warga Palestina.
Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menegaskan proyek itu secara efektif akan memisahkan Tepi Barat utara dan tengah dari selatan sehingga membatasi pergerakan serta akses warga Palestina.
OCHA memperingatkan bahwa rencana tersebut akan memiliki dampak kemanusiaan yang membahayakan, terutama bagi warga Palestina di wilayah tersebut, tetapi juga bagi Wilayah Palestina yang diduduki secara lebih luas.
"Rencana tersebut secara khusus menempatkan 18 komunitas Badui Palestina pada risiko penggusuran yang lebih tinggi," lapor OCHA dikutip dari Anadolu, Kamis (21/8).
Selain pembangunan permukiman, proyek Israel juga mencakup jalan pintas yang mengalihkan arus kendaraan warga Palestina dari jalur utama Yerusalem-Yerikho.
"Jalan-jalan tersebut merusak keutuhan wilayah, meningkatkan waktu tempuh dan berdampak negatif pada mata pencaharian serta akses masyarakat terhadap layanan," tambah OCHA.
PBB juga menyoroti rencana jangka panjang Israel untuk mengelilingi kawasan E1 dengan tembok pemisah tambahan.
"Ini akan semakin memperketat pembatasan pergerakan dan akses, serta bertentangan dengan pendapat Mahkamah Internasional tahun 2004 yang menyatakan bahwa semua bagian Tembok yang sudah dibangun di Wilayah Palestina yang Diduduki harus dibongkar," sebut OCHA.
Media Israel melaporkan pekan lalu bahwa Menteri Keuangan Bezalel Smotrich telah menyetujui pembangunan 3.401 unit permukiman di Maale Adumim, timur Yerusalem, serta 3.515 unit tambahan di wilayah sekitarnya.
Proyek tersebut dinilai akan membelah Tepi Barat menjadi dua, memutus hubungan antara kota-kota di utara dan selatan serta semakin mengisolasi Yerusalem Timur.
Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keputusan ini dan menyebutnya sebagai bagian dari visi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk membangun Israel Raya.
Palestina memperingatkan bahwa langkah itu hanya akan memperkuat pendudukan dan menghancurkan prospek terbentuknya negara Palestina yang berdaulat.
Komunitas internasional, termasuk PBB, tetap menegaskan bahwa permukiman Israel di wilayah pendudukan adalah ilegal menurut hukum internasional.
Dalam pendapat penasihatnya pada Juli lalu, Mahkamah Internasional menyatakan pendudukan Israel atas wilayah Palestina tidak sah dan mendesak evakuasi seluruh permukiman di Tepi Barat dan Yerusalem Timur. (Fer)
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved