Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump mengaku tidak berhasil mencapai kemajuan apa pun dalam upaya mengakhiri perang di Ukraina setelah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Sementara itu, Kremlin menegaskan Rusia tetap teguh pada tujuannya dalam konflik tersebut.
"Pembicaraan itu cukup panjang. Kami membahas banyak hal, termasuk Iran, dan tentu saja soal perang di Ukraina. Saya tidak senang dengan hasilnya," kata Trump kepada awak media.
Saat ditanya apakah ada kemajuan menuju kesepakatan damai, Trump menjawab blak-blakan, "Tidak, saya sama sekali tidak membuat kemajuan dengannya."
Pernyataan Trump kali ini tergolong suram, berbeda dari nada optimis yang biasa ia sampaikan setelah percakapan-percakapannya sebelumnya dengan Putin sejak kembali menjabat pada Januari. Meski sempat menunjukkan pendekatan yang lebih lunak terhadap Rusia, Trump dalam beberapa minggu terakhir mulai menunjukkan frustrasi, bahkan menolak tawaran Putin untuk menengahi konflik Iran-Israel dan menyarankan agar Rusia fokus pada perang di Ukraina.
Kremlin melaporkan bahwa percakapan antara kedua pemimpin berlangsung hampir satu jam. Menurut penasihat Kremlin, Yuri Ushakov, Putin menegaskan Rusia tidak akan mengabaikan tujuan militernya di Ukraina.
"Presiden kami mengatakan Rusia akan mencapai tujuan yang telah ditetapkan, yaitu menghilangkan akar penyebab konflik ini," ujar Ushakov. Rusia selama ini menuntut agar Ukraina melepaskan ambisinya untuk bergabung dengan NATO, yang disebut sebagai salah satu pemicu utama konflik.
Meskipun begitu, Putin menyampaikan kepada Trump bahwa Moskow masih terbuka untuk perundingan damai. "Dia juga menyatakan kesiapan Rusia untuk terus melanjutkan proses negosiasi guna mencari solusi politik terhadap konflik ini," tambah Ushakov.
Namun demikian, selama berbulan-bulan Moskow menolak proposal gencatan senjata yang diajukan AS, sementara pasukan Rusia terus memperluas wilayah kekuasaannya di Ukraina timur dan selatan.
Di tengah ketegangan diplomatik tersebut, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berada di Denmark pada Kamis untuk bertemu dengan para pejabat tinggi Uni Eropa. Dalam kunjungannya, Zelensky menekankan pentingnya memperkuat kerja sama dengan Uni Eropa dan NATO, terutama di tengah keraguan terbaru mengenai dukungan militer dari Amerika Serikat.
Kunjungan itu berlangsung beberapa hari setelah Washington mengumumkan penundaan sebagian pengiriman senjata ke Ukraina, sebuah pukulan berat bagi Kyiv yang sangat bergantung pada dukungan militer Barat.
Zelensky menegaskan kembali Ukraina selalu mendukung seruan Trump untuk "gencatan senjata tanpa syarat." Seorang pejabat tinggi Ukraina menyebutkan bahwa percakapan antara Zelensky dan Trump dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
Sementara itu, serangan udara Rusia pada Kamis dilaporkan menewaskan sedikitnya delapan orang di wilayah Ukraina. Kyiv juga disebut tengah berupaya meminta klarifikasi dari Washington terkait dampak langsung penundaan bantuan militer yang diumumkan oleh Gedung Putih dan Pentagon.
"Kelanjutan dukungan Amerika untuk Ukraina, untuk pertahanan kami dan rakyat kami, adalah kepentingan bersama," ujar Zelensky dalam pernyataan sebelumnya.
Rusia secara konsisten menyerukan kepada negara-negara Barat untuk menghentikan pengiriman senjata ke Ukraina. Kremlin juga menegaskan bahwa semua konflik di Timur Tengah seharusnya diselesaikan secara diplomatis, merespons serangan AS ke situs nuklir Iran, sekutu utama Rusia di kawasan tersebut.
Dengan situasi yang semakin kompleks dan dukungan militer dari Barat yang mulai goyah, masa depan upaya damai di Ukraina tampaknya masih jauh dari harapan. (AFP/Z-2)
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Upaya damai Iran-AS di ambang kegagalan setelah Trump membatalkan utusan ke Pakistan. Menlu Iran Abbas Araghchi kini menuju Rusia untuk bertemu Putin.
Putin dan Pezeshkian telah berbicara via telepon sebanyak tiga kali sejak 28 Februari.
Presiden Putin mengundang Presiden Prabowo Subianto menghadiri KazanForum dan INNOPROM 2026 untuk memperkuat hubungan ekonomi dan geopolitik RI-Rusia.
Presiden Vladimir Putin secara langsung mengundang Presiden Prabowo Subianto untuk kembali berkunjung ke Rusia dalam rangka menghadiri sejumlah agenda penting.
Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin tak hanya membahas kerja sama ekonomi, tetapi juga mengarah pada kesepahaman geopolitik global.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Ukraina memperingati 40 tahun bencana Chernobyl di tengah konflik dengan Rusia. Risiko nuklir kembali jadi sorotan global.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan risiko besar jika bantuan senjata dan atensi diplomatik AS beralih sepenuhnya ke konflik Iran.
Seorang pria bersenjata melakukan penembakan brutal di Distrik Holosiivskyi, Kyiv. Enam orang tewas dan belasan lainnya luka-luka dalam insiden langka ini.
Militer Ukraina sebut kerugian personel Rusia capai 1,29 juta jiwa per Maret 2026. Analis independen CSIS perkirakan rasio korban Rusia banding Ukraina capai 2,5 banding 1.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky kunjungi Arab Saudi. Tawarkan keahlian drone untuk amankan jalur minyak Teluk demi bantuan senjata lawan Rusia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved