Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHANAN Palestina yang dibebaskan oleh Israel mengatakan bahwa mereka diperlakukan dengan buruk menjelang hari kebebasan mereka.
Selama proses pertukaran tawanan di Ramallah, Tepi Barat yang diduduki, sejumlah tahanan mengatakan mereka menghadapi ancaman pembunuhan dari tentara Israel, mengalami pemukulan parah, dan tidak diberi makanan dan air.
Dilaporkan kondisi kesehatan memburuk dari para tahanan yang dibebaskan terlihat jelas. Beberapa dari mereka tampak tidak dapat berjalan sendiri. Yang lain harus dibawa dengan kursi roda. Banyak yang dibawa ke rumah sakit untuk pemeriksaan kesehatan dan pengobatan.
"Sistem penjara Israel melakukan pemukulan brutal terhadap para tahanan sebelum mereka dibebaskan, yang berlanjut selama berhari-hari, menurut banyak kesaksian," kata Masyarakat Tahanan Palestina dalam pernyataan seperti dilansir Anadolu, Minggu (2/2).
"Dalam beberapa kasus, pemukulan mengakibatkan patah tulang rusuk," tambahnya. Kelompok tersebut menekankan bahwa Israel secara sistematis meneror para tahanan yang akan dibebaskan dan keluarga mereka melalui berbagai cara, terutama pemukulan dan ancaman yang kejam, termasuk ancaman pembunuhan, jika ada perayaan selamat datang yang diadakan.
Bus yang membawa tahanan Palestina yang dibebaskan tiba di Ramallah dan Khan Younis, Gaza selatan pada Sabtu (1/2). Sebanyak 183 tahanan akan dibebaskan dalam pertukaran tawanan-sandera keempat berdasarkan gencatan senjata.
Tiga tawanan Israel, Keith Siegel, Ofer Kalderon, dan Yarden Bibas juga dibebaskan oleh Hamas.
Staf Palang Merah Internasional marah dengan cara Israel membebaskan para tahanan Palestina saat mereka digiring keluar dalam belenggu dengan tangan di belakang kepala.
"Israel pada Sabtu membebaskan warga Palestina dari penjaranya dalam pertukaran tahanan keempat berdasarkan perjanjian gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Hamas," menurut harian Israel Haaretz.
Tiga puluh dua tahanan yang dibebaskan dari Tepi Barat yang diduduki diserahkan ke Palang Merah Internasional dari fasilitas Penjara Ofer dekat Ramallah, sejalan dengan ketentuan gencatan senjata pada 19 Januari.
Ratusan warga Palestina berkumpul di dekat Istana Kebudayaan Ramallah untuk menyambut para tahanan yang dibebaskan, mengibarkan bendera Palestina, dan meneriakkan dukungan terhadap perlawanan dan Gaza.
Meskipun ada peringatan, massa berkumpul untuk menerima para tahanan. Mereka mengangkat tanda kemenangan yang bertentangan dengan perintah Israel.
Banyak tahanan yang dibebaskan tampak dalam kondisi kesehatan yang buruk, dan beberapa di antaranya hampir tidak mampu berjalan. Mereka dibawa ke rumah sakit di Ramallah untuk pemeriksaan kesehatan dan perawatan. (Z-2)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved