Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUNDINGAN gencatan senjata antara Israel dan Hamas kembali dicoba digulirkan usai kematian Yahya Sinwar. PM Israel Benjamin Netanyahu bakal mengirim bos badan intelijen Mossad, David Barnea.
Perundingan rencananya akan dilangsungkan di Qatar. Rencana negosiasi ini didorong Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken sudah menggelar pembicaraan dengan PM Qatar Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani. Blinken menyebut kematian pemimpin Hamas Yahya Sinwar merupakan momentum tepat.
"Dengan kepergian Sinwar, ada peluang nyata untuk membawa pulang (para sandera) dan mencapai tujuan sehingga Israel dapat menarik diri," kata Blinken seperti dilansir BBC.
"Agar rakyat Palestina dapat membangun kembali kehidupan mereka dan membangun kembali masa depan mereka," imbuh Blinken.
Menurut laporan Times of Israel, delegasi Israel yang dipimpin Barnea akan berangkat ke Qatar pada hari Minggu mendatang. Dia juga akan bertemu dengan Direktur CIA, William Burns, dan PM Qatar.
Barnea akan berangkat ke Doha untuk mencoba memulai kembali diskusi tentang kesepakatan pembebasan sandera di Gaza dan menghentikan perang antara Israel Hamas.
Proses di kubu Hamas juga dilaporkan tengah berjalan. Seorang pejabat senior Palestina mengatakan delegasi Hamas bertemu dengan pejabat intelijen Mesir di Kairo. Seorang pejabat di Mesir mengonfirmasi pertemuan dengan delegasi dari Hamas.
PM Qatar mengatakan mediator Qatar juga telah berkomunikasi kembali dengan Hamas sejak kematian Sinwar meski belum tampak kejelasan mengenai rencana perundingan terbaru ini.
"Telah ada komunikasi dengan perwakilan dari kantor politik di Doha. Kami telah mengadakan beberapa pertemuan dengan mereka dalam beberapa hari terakhir," katanya.
Beberapa bulan lalu, rencana perundingan sempat kandas. AS menyalahkan Hamas karena menolak untuk terlibat dalam pembicaraan. Adapun Hamas menolak proposal perundingan sebelumnya karena Israel tak mau menarik seluruh pasukannya. (Dhk/P-3)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
Dewan Perdamaian (BoP) mendesak Hamas serahkan senjata dan peta terowongan Gaza pekan ini sebagai bagian dari rencana perdamaian tahap kedua Donald Trump.
Komandan Hamas diculik di Gaza City, picu operasi pencarian. Di Tepi Barat, militer Israel tembak mati pemuda Palestina saat penggerebekan di Hebron.
Pejabat Hamas Bassem Naim kecam utusan Board of Peace, Nickolay Mladenov, karena syaratkan pelucutan senjata sebagai imbalan rekonstruksi Gaza dan penarikan pasukan.
Anggota Komisi I DPR RI Amelia Anggraini menegaskan rencana pengiriman TNI ke Gaza merupakan misi kemanusiaan di bawah mandat PBB, bukan keterlibatan Indonesia dalam konflik bersenjata.
Studi The Lancet ungkap kematian di Gaza 35% lebih tinggi dari data resmi. Hingga Jan 2025, 75 ribu warga tewas akibat serangan Israel, mayoritas perempuan & anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved