Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada Jumat (27/9) bahwa pembahasan inisiatif gencatan senjata yang dipimpin Amerika Serikat (AS) untuk Libanon akan berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Pernyataan ini menyusul pernyataan Netanyahu sebelumnya yang menunjukkan keengganannya terhadap usulan gencatan senjata internasional yang dipimpin oleh Washington, yang akan melibatkan penghentian sementara permusuhan selama 21 hari di Libanon sementara negosiasi untuk gencatan senjata permanen berlangsung. Namun, gencatan senjata tersebut tidak akan berlaku di Gaza.
Kantor Netanyahu menyatakan bahwa awal minggu ini, AS menyampaikan kepada Israel niatnya untuk mengajukan, bersama dengan mitra internasional dan regional lainnya, proposal gencatan senjata di Libanon.
Baca juga : Netanyahu Setuju Perundingan lagi, Lima Warga Gaza Tewas dalam Bantuan Makanan
“Tim kami bertemu (Kamis, 26 September) untuk membahas inisiatif AS dan bagaimana kita dapat memajukan tujuan bersama untuk memulangkan orang-orang dengan selamat ke rumah mereka. Kami akan melanjutkan diskusi tersebut dalam beberapa hari mendatang,” tambahnya, dilansir Anadolu, Sabtu (28.9).
Pemerintahan Netanyahu menghadapi pertentangan internal terhadap usulan gencatan senjata. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir mengancam akan menarik diri dari koalisi jika kesepakatan gencatan senjata permanen dicapai di Libanon.
Menteri Keuangan Bezalel Smotrich, pemimpin Partai Zionisme Religius, dan Menteri Urusan Diaspora Amichai Chikli dari partai Likud Netanyahu juga mengkritik rencana gencatan senjata tersebut, dengan memperingatkan hal itu akan memberi Hizbullah waktu untuk berkumpul kembali dan memperkuat diri.
Baca juga : Israel Geser Pasukan dari Gaza ke Lebanon
Pada hari Kamis, sebuah pernyataan bersama dari 12 negara dan organisasi, termasuk AS dan Prancis, menyerukan gencatan senjata sementara antara Israel dan Hizbullah untuk memungkinkan upaya diplomatik. Namun, pernyataan tersebut tidak mencakup Gaza, meskipun Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah berulang kali mengaitkan gencatan senjata di Libanon dengan penghentian perang Israel yang sedang berlangsung di Gaza, yang telah berlangsung selama hampir satu tahun.
Israel telah menggempur Libanon sejak Senin pagi, menewaskan sedikitnya 677 orang dan melukai lebih dari 2.500 lainnya, menurut angka Kementerian Kesehatan Libanon.
Hizbullah dan Israel telah terlibat dalam perang lintas perbatasan sejak dimulainya perang Israel di Gaza, yang telah menewaskan lebih dari 41.500 orang, sebagian besar wanita dan anak-anak, menyusul serangan lintas perbatasan oleh Hamas Oktober lalu.
Masyarakat internasional telah memperingatkan serangan terhadap Libanon, karena serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik Gaza secara regional. (I-2)
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved