Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ISRAEL dan Libanon saling baku tembak hingga Minggu (22/9). Pesawat tempur Israel melakukan pemboman paling intens ke wilayah selatan Libanon, sementara Hizbullah mengklaim serangan roket terhadap sasaran militer di utara Israel.
Militer Israel mengatakan pihaknya menyerang sekitar 290 sasaran pada hari Sabtu (21/9) termasuk ribuan barel peluncur roket Hizbullah dan mengatakan akan terus menyerang sasaran gerakan yang didukung Iran.
Israel menutup sekolah-sekolah dan membatasi pertemuan di banyak wilayah utara negara itu dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel pada Minggu (22/9) pagi.
Baca juga : 3 Paramedis Tewas akibat Serangan Udara Israel di Libanon
Sirene berbunyi sepanjang malam ketika beberapa roket dan rudal ditembakkan dari Lebanon dan Irak, sebagian besar dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel.
Media Israel melaporkan bahwa sejumlah bangunan terkena dampak langsung atau akibat jatuhnya puing-puing rudal dan layanan ambulans mengatakan mereka merawat beberapa orang yang mengalami luka ringan.
Tidak ada korban serius yang dilaporkan.
Baca juga : Israel Terus Gempur Gaza dari Udara, Dibantu AS
Hizbullah mengatakan pihaknya menargetkan Pangkalan Udara Ramat David Israel dengan puluhan rudal sebagai tanggapan akibat serangan Israel yang berulang-ulang di Libanon.
Rentetan serangan roket berturut-turut yang diluncurkan oleh Hizbullah di Ramat David adalah serangan terdalam yang diklaim sejak permusuhan dimulai.
Militan Irak yang didukung Iran dalam sebuah pernyataan juga mengklaim serangan pesawat nirawak yang eksplosif terhadap Israel pada Minggu (22/9) pagi.
Baca juga : Israel Lancarkan Serangan Rudal ke Suriah, Tidak Ada Korban Jiwa
Meningkatnya serangan
Peningkatan serangan terjadi kurang dari 48 jam setelah serangan udara Israel yang menargetkan komandan Hizbullah menewaskan sedikitnya 37 orang di pinggiran ibu kota Libanon.
Baca juga : Israel Serang Pos Hizbullah di Libanon
Hizbullah, kelompok kuat yang didukung Iran, mengatakan 16 anggotanya termasuk pemimpin senior Ibrahim Aqil dan komandan lainnya, Ahmed Wahbi termasuk di antara mereka yang tewas pada hari Jumat (20/9) dalam serangan paling mematikan dalam hampir satu tahun konflik dengan Israel.
Tentara Israel mengatakan pihaknya menyerang pertemuan bawah tanah Aqil dan para pemimpin pasukan elit Radwan Hizbullah dan hampir sepenuhnya membongkar rantai komando militernya.
"Serangan itu meratakan bangunan perumahan bertingkat di pinggiran kota yang padat penduduk dan merusak taman kanak-kanak di sebelahnya," kata sumber keamanan.
"Tiga anak-anak dan tujuh wanita termasuk di antara mereka yang tewas," menurut Kementerian Kesehatan Lebanon.
Serangan pada hari Jumat (20/9) meningkatkan konflik secara tajam dan memberikan pukulan lain terhadap Hizbullah setelah dua hari serangan yang meledakkan pager dan walkie-talkie yang digunakan oleh anggotanya.
Jumlah korban tewas dalam serangan tersebut, yang diyakini secara luas dilakukan oleh Israel, telah meningkat menjadi 39 orang dan lebih dari 3.000 orang terluka. Israel tidak membenarkan atau membantah keterlibatannya.
Ini menjadi pembalasan awal atas serangan dengan alat peledak tersebut, Hizbullah pada Minggu (22/9) mengunggah di saluran Telegramnya bahwa mereka telah meluncurkan roket ke fasilitas industri militer Israel.
Penasihat keamanan nasional AS, Jake Sullivan, mengatakan ia khawatir akan eskalasi konflik. Namun pembunuhan yang dilakukan Israel terhadap seorang pemimpin penting Hizbullah membawa keadilan bagi kelompok tersebut.
“Meskipun risiko eskalasi adalah nyata, kami yakin ada jalan berbeda untuk mencapai penghentian permusuhan dan solusi jangka panjang yang membuat masyarakat di kedua sisi perbatasan merasa aman,” kata Sullivan kepada wartawan.
Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati membatalkan rencana perjalanan ke Majelis Umum PBB di New York.
Pembalasan Israel
Hizbullah mengatakan mereka akan terus memerangi Israel sampai mereka menyetujui gencatan senjata dalam perang melawan Hamas di wilayah Gaza, Palestina. Para pejabat AS mengatakan hal itu tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.
Israel ingin Hizbullah melakukan gencatan senjata dan menarik pasukan dari wilayah perbatasan, sesuai dengan resolusi PBB yang ditandatangani dengan Israel pada tahun 2006, terlepas dari kesepakatan apa pun di Gaza.
Mengantisipasi pembalasan, militer Israel membatasi pertemuan dan meningkatkan tingkat kewaspadaan bagi penduduk di wilayah utara.
Peringatan ini meluas hingga ke kota pesisir Haifa, yang menandakan Israel mengira Hizbullah bisa menyerang lebih dalam dibandingkan sejak perang dengan Hamas dimulai.
Di Libanon Selatan pada hari Sabtu (21/9), orang-orang menggambarkan ledakan besar yang menerangi langit malam dan mengguncang tanah ketika Israel melancarkan serangan terbarunya.
Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant mengatakan bahwa Israel meluncurkan fase baru perang di perbatasan utara.
“Rangkaian tindakan dalam fase baru akan berlanjut sampai tujuan kami tercapai, kembalinya penduduk dengan selamatdari utara ke rumah mereka," katanya di X.
Puluhan ribu orang telah meninggalkan rumah mereka di kedua sisi perbatasan Israel-Libanon sejak Hizbullah mulai menembakkan roket ke Israel sebagai bentuk simpati terhadap warga Palestina di Gaza.
Komunike dari pertemuan puncak AS yang diselenggarakan oleh Presiden Joe Biden dengan para pemimpin Jepang, India dan Australia menekankan perlunya mencegah perang Gaza meningkat dan meluas di wilayah tersebut namun tidak secara spesifik menyebutkan konflik Israel-Hizbullah.
Dilaporkan bahwa setidaknya 70 orang tewas di Libanon selama seminggu terakhir, jumlah korban konflik di negara itu sejak Oktober telah melampaui 740 orang dalam gejolak terburuk Israel-Hizbullah sejak perang tahun 2006. (S-1)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
GUGURNYA prajurit TNI dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Libanon kembali memicu sorotan terhadap keberlanjutan penugasan pasukan Indonesia.
Gugurnya empat prajurit TNI di Libanon memicu desakan evaluasi misi UNIFIL. Analis militer soroti perubahan karakter konflik dan perlunya perlindungan maksimal.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan militer untuk menyerang target Hizbullah secara masif di Libanon meski gencatan senjata baru diperpanjang.
WAKIL Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyampaikan belasungkawa mendalam atas gugurnya Praka Rico Pramudia, prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Libanon
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved