Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
TENTARA Israel mengumumkan Brigade Kelima telah dikerahkan kembali ke operasi militer di Jalur Gaza tengah, setelah ditarik pada akhir Januari.
“Tentara Brigade Kelima telah melanjutkan manuver (operasi militer) di Gaza tengah, sebagai bagian dari konflik dengan Palestina yang telah berlangsung selama lebih dari setahun. Dalam beberapa hari terakhir, prajurit brigade tersebut telah menyelesaikan serangkaian latihan di Pusat Pelatihan Angkatan Darat,” ungkap pernyataan militer Zionis, dilansir Anadolu, Selasa (17/9).
Pasukan itu melakukan latihan dan manuver di wilayah terbuka dan perkotaan, meningkatkan kesiapan operasional mereka untuk misi mereka di Gaza tengah. Pernyataan tersebut mencatat bahwa pasukan ini menyelesaikan persiapan logistik dan melakukan pelatihan mengenai mobilitas, rantai pasokan, dan respons medis segera sebagai persiapan untuk pertempuran.
Baca juga : Mengulang Gaza, Dunia Gagal Lindungi Tepi Barat
Militer Israel belum merinci misi pasti dari Brigade Kelima. Gaza Tengah mencakup wilayah yang disebut oleh militer sebagai Koridor Netzarim, wilayah utama yang digunakan untuk memisahkan wilayah utara, tengah, dan selatan.
Menurut militer, prajurit dari Brigade Kelima bertempur selama berbulan-bulan di Gaza, termasuk di Beit Hanoun, Khuza'a, dan di sepanjang jalur pantai di Gaza barat. Meskipun militer belum mengonfirmasi tanggal pasti penarikan brigade tersebut, media Israel melaporkan bahwa brigade tersebut meninggalkan Gaza pada akhir Januari.
Tentara Israel tidak secara resmi mengungkapkan jumlah tentaranya yang saat ini ditempatkan di Gaza, tetapi telah memobilisasi 360 ribu tentara cadangan untuk mendukung perang yang sedang berlangsung, yang dimulai pada 7 Oktober.
Baca juga : Blokade Air di Gaza Disebut Apartheid
Israel melanjutkan serangan militernya di Gaza menyusul serangan lintas perbatasan oleh kelompok Palestina Hamas Oktober lalu. Meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera, konflik masih terus berlanjut.
Menurut otoritas kesehatan setempat, lebih dari 41.200 orang, terutama wanita dan anak-anak, telah tewas, dan lebih dari 95.400 orang terluka sejak serangan dimulai. Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk Gaza mengungsi, memperburuk kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan di bawah blokade yang sudah berlangsung lama.
Israel saat ini menghadapi tuduhan genosida di Mahkamah Internasional atas tindakannya di Gaza. (I-2)
Dua tentara IDF dijatuhi hukuman tahanan militer setelah merusak patung Yesus di Libanon Selatan. PM Netanyahu kecam aksi yang memicu kemarahan internasional.
Dalam pernyataan resminya, Majelis Para Uskup Katolik Tanah Suci menyampaikan kemarahan yang mendalam serta kecaman tanpa syarat atas insiden tersebut
Militer Israel konfirmasi keaslian foto tentaranya hancurkan patung Yesus di Libanon selatan. Insiden ini memicu kecaman keras dari berbagai pihak.
Otoritas Israel dilaporkan menangkap empat tentara aktif karena diduga terlibat dalam aktivitas spionase untuk Iran, termasuk memotret lokasi-lokasi sensitif.
PBB protes keras tindakan tentara Israel yang menghancurkan kamera pengawas di markas UNIFIL Naqoura. Simak kondisi terbaru prajurit TNI yang terluka di Libanon Selatan.
Israel menghancurkan rumah warga Palestina yang dituduh terlibat dalam serangan penembakan yang terjadi sekitar delapan bulan lalu di persimpangan al-Khader.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved