Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI mahasiswa pro-Palestina di Amerika Serikat (AS) akan terus dilakukan hingga tuntutan mereka dikabulkan, yaitu pemutusan kerja sama kampus dengan perusahaan terafiliasi Israel. Banyak dari mereka menduduki aula atau gedung pertemuan, seperti di Universitas Columbia, New York, Selasa (30/4).
Tindakan polisi menghadapi aksi di kampus yang menjadi pusat demokrasi mahasiswa 'Negeri Paman Sam' itu menuai kecaman banyak pihak, tidak terkecuali badan hak asasi manusia (HAM) PBB. Pengerahan polisi yang kerap represif dalam menghentikan demonstrasi pro-Palestina mengancam kebebasan berekspresi.
Ratusan lainnya, masih bertahan dengan tenda-tenda mereka di halaman kampus. Lusinan mahasiswa perguruan tinggi yang masuk kampus top dunia ini menduduki sebuah aula, dengan dalih menghindari pembungkaman pendapat oleh pihak kampus yang menggunakan polisi untuk membubarkan aksi ini.
Baca juga : 550 Mahasiswa Demo Pro-Palestina Ditangkap Polisi AS
Mereka berjanji untuk melawan upaya penggusuran. Demonstrasi tersebut merupakan gelombang protes mahasiswa terbesar dan berkepanjangan yang mengguncang kampus-kampus AS sejak protes Perang Vietnam pada 1960-an dan 70-an.
Mahasiswa pro-Palestina yang telah ditangkap atau menolak membubarkan diri dalam aksi ini menghadapi skorsing masa pendidikan hingga ancaman dikeluarkan dengan tidak hormat atau drop out.
“Kami akan tetap di sini, mengambil pelajaran dari rakyat kami (di Gaza) yang tetap bertahan, dan bertahan bahkan dalam kondisi terburuk sekalipun,” kata seorang pengunjuk rasa yang mengenakan jilbab khas warga Palestina, di Hamilton Hall, Universitas Columbia.
Baca juga : Benjamin Netanyahu Dongkol Diprotes Mahasiswa AS terkait Palestina
Lusinan mahasiswa menduduki aula terbesar di kampus tersebut sampai Universitas Columbia menuruti permintaan mereka, memutuskan kerja sama dengan perusahaan yang terafliasi Israel. Gedung Putih di bawah pemerintahan Presiden Joe Biden dengan tajam mengkritik pendudukan Hamilton Hall.
Tetapi para aktivis hingga profesor menilai pihak kampus mengambil pendekatan yang berseberangan dengan demokrasi karena mengerahkan polisi untuk membubarkan mereka.
Rektor Universitas Columbia Minouche Shafik mengatakan pembicaraan dengan mahasiswa telah gagal.
Baca juga : Polisi AS Tangkapi Mahasiswa yang Kecam Penjajahan Israel
“Mahasiswa yang menempati gedung tersebut (Hamilton Hall) akan diusir,” kata kantor urusan masyarakat Universitas Columbia dalam sebuah pernyataan.
Kampus yang memiliki mahasiswa sebanyak 37.000 orang itu telah dikepung polisi sejak Selasa (30/4) malam. Ketegangan juga terjadi di Universitas North Carolina di Chapel Hill dengan ratusan polisi membersihkan satu perkemahan, menahan beberapa pengunjuk rasa.
Sementara itu, di Cal Poly Humboldt, California utara, pendudukan selama seminggu berakhir secara dramatis, ketika polisi bergerak untuk menangkap hampir tiga lusin pengunjuk rasa yang menyita gedung-gedung dan memaksa penutupan kampus.
Baca juga : Presiden AS Joe Biden Dukung Kebebasan Berekspresi di Kampus-Kampus
Di Oregon, kampus Universitas Negeri Portland ditutup karena insiden yang sedang berlangsung di perpustakaan, kata otoritas perguruan tinggi, setelah media lokal melaporkan sekitar 50 pengunjuk rasa masuk ke dalam gedung sehari sebelumnya.
Brown University mencapai kesepakatan dengan mahasiswa setelah berjanji akan membersihkan tenda perkemahan. Sebagai imbalannya, kampus ini menyatakan akan melakukan divestasi dari perusahaan terkait Israel. Ini menjadi sebuah konsesi besar dari universitas elite AS selama protes pro-Palestina berlangsung.
Kepala HAM PBB Volker Turk menyuarakan keprihatinan atas tindakan keras yang diambil untuk membubarkan protes di kampus-kampus di AS dan negara Barat lainnya.
Dia mengatakan kebebasan berekspresi dan hak untuk berkumpul secara damai adalah hal mendasar bagi masyarakat.
Kelompok mahasiswa Columbia bersikeras protes mereka berlangsung damai dan memperingatkan pihak berwenang agar tidak melakukan tindakan keras seperti yang dilakukan oleh gerakan anti-Perang Vietnam.
Selama menginvasi Gaza, serangan Israel sejak 7 Oktober telah menewaskan 34.535 orang dengan didominasi perempuan dan anak-anak. (AFP/Z-1)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat Arab untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Loyalis Mahmoud Abbas menang pemilu lokal Palestina, termasuk di Gaza. Partisipasi rendah, hasil dinilai langkah awal menuju persatuan politik nasional.
PPS melaporkan peningkatan penangkapan sistematis perempuan Palestina oleh Israel. 90 tahanan di Penjara Damon hadapi kondisi keras dan pelecehan.
MER-C Indonesia menyampaikan bahwa RS Indonesia di Gaza utara merupakan bukti solidaritas masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Tempo Scan memberikan layanan kesehatan gratis bagi 1.500 warga Palestina, terutama bagi kelompok rentan.
Fenomena pembongkaran mandiri di Jerusalem Timur meningkat. Warga Palestina terpaksa menghancurkan rumahnya sendiri untuk menghindari denda puluhan ribu dolar.
Selama periode yang sama, sebanyak 761 jasad warga Palestina telah ditemukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved