Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SERANGAN Israel, Jumat, menargetkan posisi tentara Suriah di selatan negara itu, kata pemerintah Suriah dan sebuah lembaga pemantau. Sementara media AS melaporkan Israel telah menyerang musuh bebuyutannya, Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Pertahanan Suriah mengatakan “musuh Israel melakukan serangan menggunakan rudal… menargetkan situs pertahanan udara kami di wilayah selatan” dan menyebabkan kerusakan material.
Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang memantau perang mengatakan Israel menargetkan posisi radar tentara di provinsi selatan Daraa yang mendeteksi masuknya pesawat Israel ke wilayah udara Suriah.
Baca juga : Respon Iran atas Serangan di Suriah Diduga Bikin Panik Israel
Rami Abdel Rahman, kepala Observatorium yang berbasis di Inggris, mengatakan serangan itu terjadi “pada saat angkatan udara Israel terbang secara intensif di wilayah Daraa” tanpa pertahanan udara Suriah mengambil tindakan apa pun.
Militer Israel telah melakukan ratusan serangan di Suriah sejak pecahnya perang saudara di negara tetangganya di utara pada tahun 2011, terutama menargetkan posisi tentara dan pejuang yang didukung Iran.
Namun serangan tersebut meningkat sejak perang Israel dengan kelompok militan Palestina yang didukung Iran, Hamas, di Jalur Gaza dimulai pada 7 Oktober.
Baca juga : Israel Waspada Setelah Ancaman Iran Saat Perang Gaza Berlanjut
Kementerian Luar Negeri Suriah mengutuk keras agresi Israel dan serangan-serangan sebelumnya terhadap wilayahnya.
Suriah meminta “komunitas internasional dan PBB… untuk mengambil semua tindakan pencegahan untuk menghentikan” serangan Israel, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita negara SANA.
Rayan Maarouf dari media Suwayda24, yang dikelola oleh jurnalis warga, sebelumnya mengatakan kepada AFP bahwa ada serangan terhadap posisi radar tentara Suriah di provinsi Sweida, tanpa menyebutkan asal serangan tersebut.
Baca juga : Libanon dan Israel Saling Serang
Serangan terbaru ini terjadi ketika ledakan dilaporkan pada Jumat pagi di Iran tengah, dan pejabat senior AS melaporkan adanya serangan Israel.
Kantor berita Fars Iran melaporkan tiga ledakan di dekat pangkalan militer di provinsi Isfahan. Kantor berita resmi IRNA mengatakan “tidak ada kerusakan besar”.
Para pejabat Israel tidak memberikan komentar publik mengenai laporan serangan tersebut dan para pejabat Iran mengecilkan arti penting serangan tersebut.
Israel memperingatkan akan melakukan serangan balik setelah Iran meluncurkan ratusan drone dan rudal terhadap Israel pada malam hari tanggal 13 April, sebuah serangan yang belum pernah terjadi sebelumnya dan merupakan balasan atas serangan mematikan – yang secara luas disalahkan pada Israel – terhadap konsulat Teheran di Damaskus. (afp/Z-3)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
AS resmi akhiri kehadiran militer 10 tahun di Suriah. Seluruh pangkalan diserahkan ke Damaskus seiring integrasi pasukan Kurdi ke institusi negara. Fokus lawan ISIS.
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved