Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Vegetasi kering, suhu yang mencapai rekor tertinggi, dan angin kencang memicu kebakaran hutan besar-besaran di Provinsi Alberta, Kanada Bagian Barat tahun ini. Bahkan luas kebakaran tahun ini telah mencapai 10 kali lipat lebih besar dari tahun-tahun sebelumnya.
"Kita sudah mengalami kebakaran seluas 390.000 hektar (963.710 acre). Jadi ini sudah 10 kali lipat dari tahun-tahun sebelumnya dan kita baru saja memulai," kata Danielle Smith, Perdana Menteri Provinsi Alberta, Rabu, (10/5).
"Ini adalah peristiwa yang luar biasa (dan) belum pernah terjadi sebelumnya, dan saya pikir inilah yang harus kita persiapkan di masa depan," tambahnya.
Baca juga: Dihantam Kebakaran Hutan, Kanada Evakuasi 30 Ribu Penduduk
Sekitar 30.000 orang telah diperintahkan untuk mengungsi dari rumah mereka sementara ratusan petugas pemadam kebakaran bekerja untuk mengendalikan kobaran api.
"Ini adalah tahun yang luar biasa karena akumulasi area yang terbakar sangat cepat, begitu juga dengan jumlah kebakaran yang sangat besar pada waktu yang bersamaan," sebut Yan Boulanger, seorang spesialis kebakaran hutan di kementerian sumber daya alam Kanada, kepada AFP.
Sebagian besar kebakaran berasal dari manusia, termasuk puntung rokok, api unggun yang tidak dipadamkan dengan baik atau kadang-kadang tindakan jahat. Musim semi adalah waktu yang berisiko untuk kebakaran di daerah tersebut, karena tidak ada salju yang tersisa di tanah dan sebelum tanaman menjadi hijau.
Baca juga: Sepertiga Kawasan Hutan Amazon Rusak karena Aktivitas Manusia
"Kami berakhir dengan semak belukar yang sangat kering dan pepohonan yang juga sangat mudah terbakar, karena tidak memiliki daun," terang Boulanger.
Suhu Ekstrem
Di Ibu Kota Provinsi Edmonton, suhu udara mencapai 28,9 derajat Celcius (84 derajat Fahrenheit) pada tanggal 1 Mei, mengalahkan rekor suhu tertinggi sepanjang masa sebelumnya yaitu 26,7 derajat Celcius (80 derajat Fahrenheit) yang terjadi hampir seabad yang lalu. Lebih jauh ke utara, suhu mencapai 32,2C (89,9F) di Fort McMurray pada hari Kamis.
Ditambah lagi dengan angin kencang yang dipicu oleh perbedaan suhu yang khas antara bagian utara yang dingin dan bagian selatan yang lebih hangat.
"Ini adalah badai yang sempurna," kata Lang.
Boulanger menambahkan bahwa jika kondisinya tetap ekstrim, ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.
Kebakaran besar sebelumnya pada tahun 2016 mengganggu produksi di wilayah pasir minyak di dekat Fort McMurray, yang memukul perekonomian negara.
"Kebakaran itu membutuhkan waktu hampir satu tahun untuk dipadamkan,” pungkas Boulanger. (AFP/Z-9)
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Marulitua Sijabat menegaskan, langkah mitigasi telah disiapkan untuk merespons dinamika iklim ekstrem tersebut.
Sebanyak 41 kios di Pasar Baru Tuban ludes terbakar. Kapolres Tuban terjunkan 35 personel dan menunggu Tim Labfor Polda Jatim untuk selidiki penyebabnya.
Sebanyak 80 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Jakarta Timur (Gulkarmat) dikerahkan untuk memadamkan kebakaran gudang di Jalan Komarudin Lama.
Asril mengatakan kebakaran terjadi pukul 13.45 WIB dan hingga kini sumber api masih dalam penyelidikan.
George mengatakan pihak berwenang secara aktif membantu mengoordinasikan pendataan korban untuk keperluan evakuasi dan distribusi bantuan.
Kebakaran lahan di Desa Pandurungan, Tapanuli Tengah, dipicu pembakaran sampah. Api sempat mendekati rumah warga sebelum dipadamkan tim gabungan TNI dan Damkar.
Musim kemarau 2026 diprediksi berlangsung lebih panjang dari biasanya, membentang dari April hingga Oktober.
Kebakaran hutan di Jepang, tepatnya di Otsuchi, Prefektur Iwate, menghanguskan 1.373 hektare lahan. 3.000 warga dievakuasi dan personel militer dikerahkan.
Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) mendorong penguatan langkah antisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul adanya potensi fenomena El Nino pada pertengahan tahun 2026.
BMKG mengintensifkan operasi modifikasi cuaca (OMC) di Riau untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebelum puncak musim kemarau tiba.
Fenomena El Nino membuat musim kemarau 2026 datang lebih awal, lebih panjang, dan lebih kering.
Sinergi antara dunia usaha dan perguruan tinggi dinilai kian penting dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan berkelanjutan di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved