Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Keamanan (DK) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memasukkan tiga pemberontak Houthi yang terkait dengan serangan lintas perbatasan dari Yaman ke Arab Saudi dan pertempuran di benteng terakhir pemerintah di utara negara itu kedalam daftar hitam.
Dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu (10/11), Inggris mengatakan pihaknya mengusulkan sanksi karena serangan kelompok Houthi yang didukung Iran ke Arab Saudi telah menewaskan dan melukai warga sipil.
Sementara pelanggaran kelompok Syiah Houthi di kota gurun tengah Marib telah berusaha memotong akses ke bantuan kemanusiaan dan termasuk penggunaan tentara anak.
Tiga pemberontak yang ditambahkan ke daftar hitam sanksi PBB tersebut adalah kepala staf umum Houthi Muhammad Abd Al-Karim Al-Ghamari, asisten menteri pertahanan Saleh Mesfer Saleh Al Shaer dan Yusuf Al-Madani, seorang pemimpin terkemuka pasukan Houthi.
Menurut daftar PBB, “Al-Ghamari memainkan peran utama dalam mengatur upaya militer Houthi yang secara langsung mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas Yaman, termasuk di Marib, serta serangan lintas batas terhadap Arab Saudi.”
"Al Shaer, yang bertanggung jawab atas logistik, membantu Houthi dalam memperoleh senjata dan senjata yang diselundupkan. Dan sebagai Penjaga Yudisial, dia terlibat langsung dalam perampasan aset dan entitas yang tersebar luas dan melanggar hukum milik individu pribadi yang ditahan oleh Houthi atau terpaksa mengungsi ke luar Yaman,” kata PBB.
Sementara Al-Madani adalah panglima pasukan di Hodeida, Hajjah, Al Mahwit, dan Raymah yang terlibat dalam kegiatan yang mengancam perdamaian, keamanan dan stabilitas Yaman.
Sanksi PBB memerintahkan semua negara untuk segera membekukan aset tiga Houthi tersebut dan memberlakukan larangan perjalanan kepada mereka.
Mereka menjadikan jumlah warga Yaman di bawah sanksi PBB menjadi sembilan, termasuk Abdel-Malek al-Houthi pemimpin gerakan Houthi dan mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh, yang dilaporkan meninggal pada Desember 2017.
Yaman telah dilanda perang saudara sejak 2014, ketika pemberontak Houthi yang didukung Iran menguasai ibu kota Sanaa dan sebagian besar bagian utara negara itu, memaksa pemerintah yang diakui secara internasional untuk melarikan diri ke selatan dan kemudian ke Arab Saudi.
Koalisi yang dipimpin Saudi memasuki perang pada Maret 2015, didukung oleh Amerika Serikat, untuk mencoba mengembalikan Presiden Abd Rabbo Mansour Hadi ke tampuk kekuasaan.
Meskipun kampanye udara dan pertempuran darat berlangsung tanpa henti, perang telah memburuk sebagian besar menjadi jalan buntu dan melahirkan krisis kemanusiaan terburuk di dunia. Sejak itu AS telah menangguhkan keterlibatan langsungnya dalam konflik tersebut.
Pada awal 2020, Houthi melancarkan serangan di provinsi Marib yang sebagian besar dikuasai pemerintah yang telah menelan korban ribuan anak muda dan membuat ribuan warga sipil terlantar hidup dalam ketakutan akan kekerasan dan harus pindah lagi.
Kelompok pemberontak yang berpihak pada Iran mengatakan mereka memerangi sistem yang korup. (Aiw/Aljazeera/OL-09)
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Pemerintahan Trump mengusulkan Visa Kartu Emas US$5 juta dan tarif untuk tekan utang AS senilai US$39 triliun. Simak analisis kelayakan dan dampaknya.
PERANG AS-Israel melawan Iran telah membuka aib rezim Donald Trump yang sesungguhnya.
Gedung Putih telah menyetujui setiap pertemuan antara Raja Charles III dan Trump akan berlangsung tanpa kamera, demikian dilaporkan surat kabar tersebut pada Senin (27/4).
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
Presiden AS Donald Trump merespons insiden penyerangan di Washington Hilton. Ia membantah isi manifesto pelaku dan meminta acara segera dijadwalkan ulang.
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved