Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG pejabat tinggi Iran, Rabu (27/1), mengatakan musuh bebuyutan Israel sedang melancarkan perang psikologis. Ini disimpulkan setelah tentara negara Yahudi itu mengatakan opsi ofensif baru sedang disusun jika diperlukan terhadap republik Islam itu.
Kepala Staf Presiden Iran Hassan Rouhani, Mahmoud Vaezi, bersumpah bahwa negaranya siap dan bersedia untuk mempertahankan diri. "Kami tidak berniat berperang, tapi kami serius membela negara," katanya.
Israel, sekutu dekat AS, menuduh Iran berusaha membangun bom nuklir. Tuduhan ini dibantah Teheran. Negara Yahudi itu juga sering menargetkan serangan kepada kelompok militan yang didukung Iran di Libanon, Suriah, dan Jalur Gaza.
Kepala Militer Israel Jenderal Aviv Kochavi mengatakan pada Selasa (26/1) bahwa dia telah memerintahkan rencana baru yang disusun tahun ini untuk melawan kemampuan nuklir Iran, jika para pemimpin politik memutuskan untuk menargetkan negara itu.
"Kekuatan untuk memulai menyerang mereka terletak pada elite politik," Kochavi menekankan. "Namun, opsi ofensif perlu dibuat, siap, dan di atas meja."
Vaezi membalas pada Rabu bahwa mereka melakukan perang psikologis. Menanggapi pertanyaan di sela-sela pertemuan dewan menteri, dia menuduh, "Israel praktis tidak memiliki rencana, tidak punya kapasitas."
Manuver militer Iran baru-baru ini berupa uji coba rudal dan drone, Vaezi menambahkan, menunjukkan bahwa angkatan bersenjatanya dilatih untuk mempertahankan Iran.
Pernyataan Kochavi datang hampir seminggu setelah pelantikan Presiden AS Joe Biden yang mengisyaratkan dia ingin kembali berdialog dengan Iran.
Pendahulunya Donald Trump telah secara sepihak menarik Washington pada 2018 dari kesepakatan nuklir yang dibuat Teheran dengan kekuatan-kekuatan utama dunia.
Tim Biden berpendapat Iran harus terlebih dahulu kembali ke kepatuhan ketat dalam kesepakatan nuklirnya berdasarkan kesepakatan dengan Inggris, Tiongkok, Prancis, Jerman, Rusia, dan Amerika Serikat.
Teheran telah menuntut pencabutan sanksi hukuman tanpa syarat terlebih dahulu dan meminta Washington untuk berhenti berusaha untuk mengekstraksi konsesi.
Israel menolak kesepakatan nuklir. Kochavi menegaskan kembali pandangannya bahwa kesepakatan apa pun yang menyerupai kesepakatan 2015 merupakan hal yang buruk, baik secara strategis maupun operasional.
"Tekanan terhadap Iran harus dilanjutkan. Iran tidak boleh memiliki kapasitas untuk mengembangkan bom nuklir." (AFP/OL-14)
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
AS resmi akhiri kehadiran militer 10 tahun di Suriah. Seluruh pangkalan diserahkan ke Damaskus seiring integrasi pasukan Kurdi ke institusi negara. Fokus lawan ISIS.
Suriah kerahkan ribuan tentara dan roket ke perbatasan Libanon demi cegah penyelundupan senjata serta infiltrasi milisi di tengah eskalasi konflik Israel-Hizbullah.
Setidaknya 10 negara dalam operasi yang berkisar dari serangan pesawat tak berawak hingga invasi, seringkali beberapa kali dalam satu tahun.
K PBB cabut sanksi terhadap eks kelompok HTS. Langkah ini memperkuat legitimasi transisi politik Presiden Ahmed al-Sharaa pascajatuhnya rezim Assad di Suriah.
Pemerintahan Trump bersiap menarik seluruh pasukan AS dari Suriah dalam beberapa bulan ke depan. Fokus militer kini bergeser ke arah ketegangan yang memuncak dengan Iran.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved