Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo, Minggu (20/9), menuding para pemimpin Eropa berpangku tangan soal penjualan senjata ke Iran setelah mereka menolak deklarasi AS yang memberlakukan lagi sanksi PBB untuk Teheran.
Pemerintahan Presiden Donald Trump mengatakan sanksi itu diaktifkan kembali berdasarkan mekanisme snapback dari kesepakatan nuklir 2015, meski AS telah menarik diri dari kesepakatan itu.
Pada Minggu (20/9), Prancis, Jerman, dan Inggris merilis pernyataan bersama menegaskan sanksi yang dijatuhkan Washington untuk Iran itu tidak memiliki efek legal.
Baca juga: Tolak Tunduk Pada AS, Iran Apresiasi Komunitas Internasional
Pompeo, dalam wawancara dengan Fox News, mengatakan penjualan senjata oleh Iran, dalam beberapa pekan ke depan, akan diizinkan kembali.
"Mereka secara pribadi mengatakan tidak ingin ada penjualan senjata dari Iran namun mereka hanya berpangku tangan," kecam Pompeo.
Pompeo mengatakan senjata yang dijual Iran itu pada akhirnya akan berakhir di tangan Hezbollah dan akan membuat warga Lebanon semakin menderita.
Sanksi PBB untuk Iran dicabut ketiga 'Negeri Para Mullah' itu menyepakati kesepakatan dengan lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB (Inggris, Tiongkok, Prancis, Rusia, dan AS) serta Jerman yang ditandatangani pada 2015 untuk menekan program nuklir Iran. (AFP/OL-1)
Belanja militer global pada 2025 mencatatkan rekor baru sebesar US$2,89 triliun atau setara Rp49,79 kuadriliun. Lonjakan sebesar 2,9% ini didorong oleh ketidakpastian keamanan global
Dalam wawancara dengan penyiar publik RTVE, Albares menyebut kondisi di Libanon mencerminkan pola yang mengkhawatirkan.
Komisi Eropa juga merekomendasikan pemberian subsidi transportasi umum dan pengurangan PPN pada pompa kalor, boiler, dan panel surya, katanya.
Setelah pertemuan tersebut, Rutte kemudian menyampaikan kepada para mitra di Eropa bahwa Washington menuntut "komitmen konkret" dalam beberapa hari ke depan.
Uni Eropa, Jerman, dan Inggris kompak tolak permintaan AS kirim pasukan ke Selat Hormuz. Fokus pada diplomasi demi cegah lonjakan harga minyak global. Simak!
Israel melakukan genosida di Gaza dan melancarkan serangan di Libanon dan negara-negara lain.
Militer AS melalui USS Rafael Peralta mencegat kapal tanker M/T Stream menuju Iran. Ketegangan di Selat Hormuz meningkat di tengah kebuntuan diplomasi.
Presiden AS Donald Trump memilih strategi blokade ekonomi berkepanjangan terhadap Iran untuk menekan ekspor minyak dan menghindari risiko perang terbuka.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Pertemuan mungkin masih berlangsung, serta menegaskan proposal tersebut sedang dibahas. Meski demikian, Leavitt menolak berspekulasi lebih jauh.
HARGA minyak dunia terus menunjukkan tren kenaikan meskipun Iran mengajukan proposal untuk mengakhiri blokade di Selat Hormuz.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved