Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
ARAB Saudi mengatakan tidak akan mengikuti Uni Emirat Arab dalam membangun hubungan diplomatik dengan Israel sebelum menandatangani perjanjian perdamaian yang diakui secara internasional dengan Palestina.
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan pada Rabu (19/8) mengesampingkan kemungkinan tersebut. Sebab, berdasarkan perjanjian internasional, penyelesaian masalah Palestina menjadi prasyarat untuk normalisasi hubungan.
"Perdamaian harus dicapai dengan Palestina. Setelah itu tercapai, semua hal menjadi mungkin," katanya seperti dilansir Al Jazeera.
Baca juga : KBRI New Delhi Pulangkan 135 WNI Tertahan di India
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump berharap Arab Saudi bergabung dengan perjanjian yang diumumkan minggu lalu oleh Israel dan UEA untuk menormalkan hubungan diplomatik dan menjalin hubungan baru yang luas.
Di bawah perjanjian yang ditengahi Trump, Israel setuju untuk menangguhkan rencana pencaplokan wilayah Tepi Barat yang didudukinya. Perjanjian tersebut juga memperkuat penentangan terhadap kekuatan regional Iran, yang dipandang UEA, Israel, dan AS sebagai ancaman utama di Timur Tengah. (AlJazeera/OL-7)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved