Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan mengatakan bahwa rencana Israel untuk mencaplok wilayah Tepi Barat adalah eskalasi berbahaya yang mengancam proses perdamaian Israel-Palestina.
Hal itu disampaikannya dalam pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membahas respons terhadap ancaman Israel pada Rabu (10/6).
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan Israel bermaksud untuk memperluas kedaulatannya atas permukiman Yahudi di Tepi Barat Palestina, yang telah diduduki oleh Israel sejak 1967.
"Rencana tersebut adalah eskalasi berbahaya yang mengancam peluang untuk melanjutkan proses perdamaian untuk mencapai keamanan dan stabilitas di kawasan itu," kata Pangeran Faisal, seperti dikutip dari Arab News.
Arab Saudi, tambahnya, mengutuk dan menolak rencana Netanyahu dan berkomitmen untuk perdamaian sebagai opsi strategis.
Baca juga: PBB Sesalkan Korut Putus Jalur Komunikasi dengan Korsel
Ia pun menambahkan bahwa rencana aneksasi adalah tantangan terang-terangan terhadap norma, hukum, perjanjian, konvensi, dan resolusi internasional serta tidak mempertimbangkan hak-hak rakyat Palestina.
Dalam sebuah pernyataan, OKI mengatakan bahwa ancaman aneksasi tersebut sama dengan deklarasi resmi oleh Israel tentang pencabutan semua perjanjian yang ditandatangani dan eskalasi serius kebijakan dan tindakan kolonialnya. (Arab News/OL-14)
Hingga 29 April 2026, sebanyak 122 kelompok terbang (kloter) atau 47.834 jemaah telah diberangkatkan menuju Tanah Suci.
Ia memastikan bahwa kondisi para korban terus dipantau secara intensif oleh petugas, dengan seluruh kebutuhan medis maupun logistik telah terpenuhi.
Emirat Arab resmi umumkan keluar dari OPEC dan OPEC+ mulai 1 Mei. Langkah strategis ini diambil di tengah krisis energi akibat konflik di Selat Hormuz.
Arab Saudi mendesak Dewan Keamanan PBB secara eksplisit mengecam serangan Iran sejak awal krisis, sembari menyoroti pentingnya keamanan Selat Hormuz bagi ekonomi global.
Di sisi lain, layanan kesehatan di Daerah Kerja Madinah juga terus dioptimalkan. Tercatat 1.373 jemaah menjalani rawat jalan.
Arab Saudi intensifkan diplomasi di Libanon melalui Perjanjian Taif untuk melucuti senjata Hizbullah di tengah goyahnya gencatan senjata Israel-Hizbullah.
PBB menegaskan rencana Israel memperluas permukiman di Dataran Tinggi Golan ilegal. Suriah upayakan kesepakatan keamanan baru terkait penarikan pasukan.
Wilayah udara Turki saat ini ditutup bagi pejabat Israel dan pesawat yang membawa senjata.
Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa Antonio Guterres memperingatkan bahwa kebuntuan ini berpotensi memicu krisis pangan global.
Israel dilaporkan mengerahkan sistem pertahanan udara Iron Dome ke Emirat ArabĀ untuk melindungi infrastruktur kunci dari serangan rudal dan drone Iran di Teluk.
Ia juga mengkritik pelaksanaan dua putaran pembicaraan langsung antara Libanon dan Israel yang berlangsung di Washington beberapa hari lalu.
Militer Israel (IDF) melakukan investigasi atas laporan maraknya penjarahan rumah warga dan perusakan properti sipil oleh tentaranya di Libanon Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved