Hari Kedua, Pola Kecurangan UTBK yang Dilakukan Peserta Masih Sama

Despian Nurhidayat
22/4/2026 17:15
Hari Kedua, Pola Kecurangan UTBK yang Dilakukan Peserta Masih Sama
Pelaksanaan UTBK SNBT 2025 di UNDIP Semarang.(Dok. Antara)

MEMASUKI hari kedua pelaksanaan ujian tulis berbasis komputer (UTBK) 2026, Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), Eduart Wolok, mengatakan bahwa sejauh ini pola kecurangan UTBK yang dilakukan oleh peserta masih sama yaitu pemalsuan data. 

“Jadi kalau ini kita melihat pola kecurangannya masih sama dan kami terus melacak kecurangan-kecurangan ini. Misalnya dari mesin AI kita juga menemukan kasus foto yang tidak sesuai dengan peserta. Memang ada tambahan, tapi modusnya sama,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Rabu (22/4).

Lebih lanjut, Eduart juga menyinggung terdapat 2.640 data anomali yang berpotensi melakukan kecurangan UTBK. Namun demikian, melalui sistem yang ada saat ini, pihaknya mampu memitigasi tindak kecurangan tersebut. 

“Patut kita syukuri kecurangan ini bisa kita deteksi lewat sistem yang kita miliki saat ini,” tegas Eduart. 

Eduart juga menjelaskan bahwa kecurangan UTBK memang sudah terjadi di tahun-tahun sebelumnya, khususnya pada tahun lalu kecurangan yang dilakukan terjadi secara masif.

“Sejak tahun kemarin kecurangannya memang masif. Tapi kita sudah bisa petakan anomalinya dan sekarang bisa kita mitigasi terkait tindakan kecurangan tersebut,” tuturnya. 

Sebelumnya, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Brian Yuliarto, menekankan bahwa sejak awal pihaknya bersama Panitia Pusat SNPMB dalam pelaksanaan UTBK sudah menggunakan face recognition dan dukungan AI untuk mendeteksi berbagai indikasi kecurangan. 

“Termasuk apabila ada peserta yang mendaftar menggunakan foto maupun identitas wajah orang lain,” ujar Brian.

Dari mitigasi awal yang dilakukan oleh Kemdiktisaintek, terdapat beberapa indikasi kecurangan, antara lain karena sistem menemukan kemiripan wajah dengan peserta tahun lalu, tetapi nama yang terdaftar berbeda. 

Informasi awal ini langsung diteruskan kepada panitia di Pusat UTBK untuk dilakukan pengecekan di lokasi saat peserta datang. Setelah dicek langsung, termasuk melalui verifikasi kepada pihak sekolah, indikasi tersebut terbukti. Peserta yang bersangkutan tidak diperkenankan masuk ke ruang ujian.

“Namun saat ini, fokus utama kami adalah memastikan seluruh rangkaian UTBK berjalan dengan tertib, aman, dan adil sampai selesai. Semua temuan kecurangan UTBK akan dicatat, didalami, dan diproses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas Brian. (H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya