Kecurangan UTBK-SNBT 2026 Hari Pertama: Perjokian dan Alat Bantu Ditemukan

Putri Rosmalia Octaviyani
22/4/2026 15:41
Kecurangan UTBK-SNBT 2026 Hari Pertama: Perjokian dan Alat Bantu Ditemukan
Ketua Umum Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok.(Dok. Antara)

PELAKSANAAN hari pertama Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 pada Selasa (21/4) diwarnai dengan temuan sejumlah praktik kecurangan. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mengonfirmasi adanya upaya peserta yang melakukan kecurangan UTBK-SNBT dengan menggunakan metode ilegal demi lolos seleksi.

Ketua Umum Tim SNPMB 2026, Eduart Wolok, mengungkapkan bahwa setidaknya ada dua modus utama yang terdeteksi oleh pengawas di lapangan. "Sejauh ini terdapat dua skema kecurangan yang sudah ditemukan, seperti perjokian dan penggunaan alat bantu," ujar Eduart dalam keterangan resminya di Jakarta.

Sanksi Berat: Blacklist dari PTN

Menanggapi temuan tersebut, Eduart menegaskan bahwa pihak panitia tidak akan memberikan toleransi. Peserta yang terbukti melakukan kecurangan akan menghadapi konsekuensi fatal yang dapat mematikan peluang mereka menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri.

Sanksi tegas yang disiapkan meliputi pengguguran status kepesertaan secara langsung, pencoretan nama peserta dari seluruh jalur seleksi nasional maupun mandiri di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), dan roses hukum sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Eduart juga mengingatkan bahwa total peserta UTBK-SNBT tahun ini mencapai 871.496 orang yang tersebar di berbagai titik lokasi ujian di seluruh Indonesia. Ia meminta seluruh peserta untuk menjaga sportivitas.

Mendiktisaintek: Tegakkan Integritas

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, turut memberikan atensi khusus terhadap insiden ini. Ia menekankan bahwa sistem pengawasan UTBK telah dirancang sedemikian rupa sehingga kecurangan sekecil apa pun akan mudah terdeteksi.

"Mari kita tegakkan integritas, hindari kecurangan, karena pada akhirnya kecurangan dapat diketahui," tegas Brian. Ia juga mengimbau para calon mahasiswa untuk lebih percaya pada kemampuan diri sendiri dan hasil belajar yang telah dilakukan.

Menurut Brian, dukungan moral dan doa dari orang tua yang mendampingi di lokasi ujian seharusnya menjadi motivasi bagi peserta untuk mengerjakan soal dengan tenang dan jujur.

Pelaksanaan UTBK-SNBT 2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari hingga 30 April mendatang. Panitia mengimbau masyarakat dan orang tua untuk melaporkan jika menemukan indikasi praktik perjokian atau penawaran jasa kelulusan yang mencurigakan. (Ant/H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya