Kemenhaj Lepas PPIH Kloter Pertama: Petugas Wajib Jaga Mental selama 70 Hari

Despian Nurhidayat
17/4/2026 07:28
Kemenhaj Lepas PPIH Kloter Pertama: Petugas Wajib Jaga Mental selama 70 Hari
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, melepas keberangkatan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) kloter pertama pada Jumat (17/4/2026).(MI/Despian)

WAKIL Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, resmi melepas keberangkatan petugas penyelenggara ibadah haji (PPIH) kloter pertama pada Jumat (17/4/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa petugas yang berangkat pada fase awal ini memikul tanggung jawab yang besar dengan durasi penugasan yang paling lama.

“Hari ini Anda semua akan berangkat, bertugas di Tanah Suci. Anda yang hari ini berangkat ialah para petugas yang kemungkinan akan bertugas lebih lama dibanding petugas lain. Rata-rata lama tinggal Anda di Saudi Arabia, baik Madinah maupun Mekah, bisa mencapai 70 hari,” ungkap Dahnil dalam acara Pemberangkatan PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Daker Bandara, dan PPIH Kantor Urusan Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta.

Tantangan Meninggalkan Keluarga

Dahnil menjelaskan bahwa durasi 70 hari merupakan tantangan tersendiri bagi para petugas. Pasalnya, mereka harus meninggalkan keluarga--anak, istri, suami, hingga orangtua--dalam waktu yang cukup signifikan. Hal ini menuntut kesiapan mental yang ekstra di samping kekuatan fisik.

"Oleh karena itu, pastikan Anda bisa mengelola dengan baik mental dan fisik. Karena mungkin sebagian besar dari Anda tidak terbiasa meninggalkan keluarga untuk waktu lama," lanjutnya.

Pengelolaan emosi dan rohani menjadi poin krusial yang disoroti Kemenhaj. Dahnil ingin memastikan bahwa kekuatan fisik para petugas mampu ditopang oleh kondisi spiritual yang kokoh agar pelayanan kepada jemaah tetap optimal hingga akhir masa tugas.

Pesan Kunci Wamenhaj:
  • Durasi tugas mencapai 70 hari di Tanah Suci.
  • Keseimbangan mental, emosi, dan rohani adalah fondasi kekuatan fisik.
  • Petugas adalah ujung tombak kesuksesan misi haji Indonesia.

Misi Suci di Tengah Dinamika Geopolitik

Selain faktor internal, Dahnil juga mengingatkan para petugas mengenai situasi eksternal. Ia menyebutkan bahwa dinamika geopolitik saat ini sedang tidak menentu, sehingga kewaspadaan dan fokus dalam bertugas menjadi harga mati.

"Niatkan pelepasan hari ini bahwa kita semua ingin menunaikan ibadah melalui jalan petugas haji. Kita ingin melayani jemaah haji dan memastikan misi haji Indonesia sukses. Tantangan Anda semua tidak mudah. Dinamika geopolitik tidak baik-baik saja," tegasnya.

Menutup arahannya, Dahnil meminta para petugas untuk mewakafkan diri demi kelancaran ibadah para tamu Allah. Ia menegaskan bahwa amanah negara kini berada di pundak para PPIH yang berangkat hari ini.

"Maka wakafkanlah diri Anda untuk menunaikan tugas di Tanah Suci. Ini adalah misi suci, buat diri Anda, keluarga, bangsa, dan agama bangga. Ujung tombak suksesnya haji ini ialah Anda semua," pungkas Dahnil. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya