Wamenhaj: Sampai Hari Ini, Pemerintah Arab Saudi Memastikan Kondisi Geopolitik Baik-Baik Saja

Despian Nurhidayat
17/4/2026 10:14
Wamenhaj: Sampai Hari Ini, Pemerintah Arab Saudi Memastikan Kondisi Geopolitik Baik-Baik Saja
Wamen Haji Dahnil Anzar Simanjuntak memastikan pelaksanaan haji 2026 tetap aman. Saudi Arabia menjamin keberangkatan jemaah berjalan lancar.(Despian Nurhidayat)

WAKIL Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, memastikan keberangkatan  Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dan para jemaah haji aman, meski kondisi geopolitik di Timur Tengah masih bergejolak.  

“Sampai dengan hari ini Pemerintah Kerajaan Saudi Arabia memastikan semuanya baik-baik saja. Semuanya bisa dikendalikan dan mereka menjamin dan proses perhajian tahun ini bisa berjalan dengan baik,” ungkapnya usai acara Pemberangkatan PPIH Arab Saudi Daker Madinah, Daker Bandara, dan PPIH Kantor Urusan Haji di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Jumat (19/4). 

Lebih lanjut, Dahnil berkeyakinan seluruh negara yang sedang berkonflik memahami penyelenggaraan haji 2026 ini membawa pesan perdamaian.

“Haji itu sejatinya bawa pesan perdamaian. Ada pesan kesetaraan, ada pesan perlindungan terhadap perempuan, ada pesan tidak menyakiti. Bahkan tumbuh-tumbuhan dan hewan tidak boleh disakiti. Jadi ada pesan perdamaian dan saya berkeyakinan pemimpin-pemimpin yang sekarang sedang berkonflik bisa menangkap pesan perdamaian itu,” tegas Dahnil. 

Dalam kesempatan tersebut, dia juga mengingatkan PPIH harus melayani jemaah secara penuh. Pasalnya, masih banyak jemaah Indonesia yang masuk kategori berisiko tinggi.  “177 jamaah kita itu risiko tinggi. Artinya ada penyakit bawahan,” tuturnya. 

Dia juga menyoroti masih banyaknya jemaah haji Indonesia yang memiliki latar belakang pendidikan yang tidak terlalu tinggi. Sehingga pendampingan dari PPIH menjadi hal yang penting. 

“Secara demografi jemaah kita itu 55 ribunya itu tidak lulus SD. Bahkan data kami 100 ribunya itu baru pertama kali terbang. Jadi baru pertama kali naik pesawat. Baru pertama kali ke luar negeri lagi. Jadi tentu butuh pendampingan bukan hanya secara fikir tapi hal-hal teknis. Jadi oleh sebab itulah para petugas ini berat,” urai Dahnil. 

“Jadi mereka mendampingi orang-orang yang berhaji. Itu yang secara pendidikan itu hanya lulusan SD. Kemudian 30% petani. Kemudian ada sekitar 25% buruh dan karyawan biasa. Jadi tugas teman-teman ini berat,” tandasnya. (Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya