50 Persen Daratan Indonesia Butuh Pemulihan DAS

Atalaya Puspa
15/4/2026 18:34
50 Persen Daratan Indonesia Butuh Pemulihan DAS
ilustrasi.(dok.MI)

SEPARUH dari seluruh daratan Indonesia masuk dalam kategori daerah aliran sungai yang memerlukan pemulihan daya dukung. Kondisi itu menjadi peringatan serius di tengah ancaman kemarau panjang yang diprediksi melanda Indonesia sepanjang 2026.

Direktur Perencanaan dan Evaluasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Kementerian Kehutanan Nurul Iftitah mengungkapkan lebih dari 42.000 DAS yang ada di Indonesia, sekitar 10 persen atau lebih dari 4.000 DAS masuk dalam kategori perlu dipulihkan. Meski hanya 10 persen dari segi jumlah, wilayah itu mencakup separuh dari total daratan nasional.

"Pengelolaan DAS ini bukan lagi menjadi sebuah pilihan, tetapi keniscayaan tata kelola pembangunan nasional," kata Nurul dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (15/4).

Ia menjelaskan bahwa seluruh daratan Indonesia terbagi habis ke dalam sistem DAS, sehingga tidak ada satu pun wilayah yang lepas dari sistem hidrologi ini.

Setiap kebijakan pembangunan, tanpa kecuali, pasti berdampak pada DAS. Namun tantangan terbesarnya adalah DAS tidak mengikuti batas administrasi, sementara sistem perencanaan pemerintah masih berbasis wilayah administratif.

Nurul melanjutkan, Kemenhut mencatat ada 12,3 juta hektare area yang membutuhkan rehabilitasi hutan dan lahan. Ia pun menegaskan angka itu terlalu besar untuk diselesaikan oleh pemerintah pusat sendiri, apalagi hanya oleh Kementerian Kehutanan.

"Diperlukan kolaborasi dari semua pihak, antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, juga perlu ada keterlibatan swasta, dan yang menjadi sangat penting juga adalah partisipasi dari masyarakat," ujarnya.

Nurul menekankan bahwa ketahanan air Indonesia ke depan sangat bergantung pada bagaimana DAS dikelola hari ini. Rehabilitasi yang dilakukan pun bukan sekadar menambah tutupan lahan, melainkan mencakup pengendalian erosi, peningkatan resapan air, dan mitigasi bencana.

"Ketahanan air ini bukan hanya sekedar soal ketersediaan air, tetapi tentang ketahanan masa depan kita semua, masa depan bangsa kita," pungkasnya. (Ata/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya