Kemenhut Siapkan 3 Lokasi Konservasi Eksitu Komodo di Luar Taman Nasional

Atalya Puspa    
15/4/2026 11:32
Kemenhut Siapkan 3 Lokasi Konservasi Eksitu Komodo di Luar Taman Nasional
Komodo di Balai Taman Nasional Komodo(Antara)

Kementerian Kehutanan berencana mengembangkan konservasi eksitu Komodo di luar kawasan Taman Nasional Komodo sebagai destinasi wisata alternatif. Langkah itu disampaikan Wakil Menteri Kehutanan Rohmat Marzuki dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, Rabu (15/4).

Tiga lokasi disiapkan sebagai kandidat pengembangan. Pertama adalah Taman Wisata Alam 17 Pulau di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, yang sudah memiliki populasi Komodo meski dalam jumlah kecil. 

Kedua adalah Golo Mori di Kabupaten Manggarai Barat, yang pada era Presiden Joko Widodo telah dibangun fasilitas pertemuan untuk mendukung pengembangan Komodo sebagai destinasi super prioritas. 

Ketiga adalah Pulau Longos, juga di Kabupaten Manggarai Barat, yang berada di area penggunaan lain di luar kawasan taman nasional.

"Ke depan kita merencanakan pengembangan konservasi eksitu Komodo, bagaimana pengembangan biakan Komodo tetapi di luar kawasan taman nasional, yang itu bisa ke depan menjadi destinasi wisata alternatif," ujar Rohmat

Ia membeberkan, Golomori dan Pulau Longos dinilai strategis karena lokasinya relatif dekat dengan Labuan Bajo. Pengembangan kedua lokasi itu diharapkan mampu mendistribusikan arus wisatawan sekaligus mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di Manggarai Barat dan kabupaten sekitarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya pemerintah berencana melakukan pembatasan jumlah wisatawan ke Taman Nasional Komodo menjadi maksimal 1.000 orang per hari mulai 1 April 2026 diberlakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo (BTNK). 

Kebijakan ini diterapkan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian kawasan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya