Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
PERHIMPUNAN Ahli Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) memberikan rekomendasi kepada kelompok rentan agar mendapatkan vaksin campak.
Ketua Satuan Tugas (Satgas) Vaksinasi Dewasa PAPDI, Soekamto Koesnoe menjelaskan ada dua kelompok yang berisiko tertular yaitu kelompok-kelompok dengan daya tahan tubuh yang rendah atau lemah atau dengan komorbid seperti diabetes melitus, hipertensi, penyakit autoimun, orang dengan HIV, termasuk lansia.
Rekomendasi lainnya juga diberikan kepada kelompok yang mungkin atau akan menularkan pada kelompok komorbid tersebut. Seperti orang yang merawat orang tua, orang yang merawat dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, termasuk tenaga kesehatan (nakes).
"Tenaga kesehatan ini adalah masuk kedua kategori tadi, kalau dia sakit, maka dia akan menularkan kepada pasiennya, demikian juga kalau ada pasien yang sakit, dia akan tertular. Kalau kemudian daya tahan tubuhnya rendah atau lemah," kata Soekamto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (8/4).
Soekamto orang yang lelah atau overload, stres, pola makan yang tidak terjaga, higenisitas kurang baik bisa menurunkan daya tahan tubuh dan mudah terkena campak.
"Dengan adanya vaksin produk Bio Farma yang tentu saja selain produk dalam negeri, lebih murah, bisa diberikan lebih banyak kepada orang. Itu tentu saja kita dorong untuk bisa di-extend untuk para orang dewasa yang memerlukan," ungkapnya.
Diketahui Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) resmi mengeluarkan izin penggunaan vaksin campak produksi PT Bio Farma untuk orang dewasa. (H-2)
Kemenkes mencatat ada 39.212 tenaga medis dan sekitar 2 ribu tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi yang akan menjadi prioritas utama.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cirebon menetapkan empat kecamatan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak.
Pada tahap pertama imunisasi tersebut mencakup 404 orang dan tahap kedua mencakup 599 orang.
Peningkatan kasus suspek campak di Indonesia pada awal 2026 menjadi pengingat bahwa penyakit ini masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen.
Dinas Kesehatan Aceh menyatakan kekhawatiran mendalam atas fenomena "zero dose" atau anak yang sama sekali belum tersentuh vaksinasi ini.
Dinas Kesehatan, Puskesmas tengah menggelar imunisasi campak atau Outbreak Response Immunization (ORI) dan sekarang baru mencapai 39.189 anak atau 40,31 persen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved