Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan melaporkan tren penurunan kasus campak mulai terlihat pada akhir Maret 2026, setelah sebelumnya terjadi lonjakan tajam di awal tahun. Penurunan ini dinilai sebagai dampak dari pelaksanaan imunisasi massal yang digencarkan sejak awal Maret.
Direktur Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kasus campak sempat mencapai puncaknya pada minggu pertama Januari 2026 dengan 2.932 kasus suspek dan 2.220 kasus terkonfirmasi.
“Penurunan mulai terlihat pada minggu ke-10, dan semakin signifikan pada minggu ke-11 hingga ke-13 atau di akhir Maret,” ujar Nadia dalam Forum Diskusi Denpasar 12, Rabu (8/4).
Ia menjelaskan, tren penurunan ini sejalan dengan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) dan imunisasi kejar yang mulai dilakukan secara masif sejak awal Maret 2026 di berbagai daerah.
Program ORI menyasar anak usia 9 hingga 59 bulan tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya, sementara imunisasi kejar ditujukan untuk melengkapi vaksinasi anak yang belum lengkap. Pelaksanaan dilakukan melalui posyandu, puskesmas, sekolah usia dini, hingga pendekatan door to door.
Meski demikian, Nadia mengingatkan bahwa capaian imunisasi di sejumlah wilayah masih belum optimal. Di beberapa daerah dengan kasus tinggi, seperti Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Serang, cakupan ORI masih berada di bawah target yang ditetapkan.
“Kita masih perlu akselerasi karena cakupan di sejumlah wilayah belum mencapai target minimal,” katanya.
Kemenkes mencatat terdapat 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi sepanjang 2025 hingga 2026, di antaranya Aceh, Jawa Timur, Banten, serta sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan.
Rendahnya cakupan imunisasi serta penolakan vaksin disebut menjadi faktor utama tingginya kasus di daerah tersebut.
Selain mempercepat vaksinasi pada anak, pemerintah juga tengah menyiapkan pemberian vaksin campak-rubella (MR) bagi tenaga kesehatan yang dinilai memiliki risiko tinggi tertular, terutama di fasilitas pelayanan kesehatan.
Kemenkes juga telah menginstruksikan seluruh daerah untuk memperkuat sistem surveilans, meningkatkan cakupan imunisasi hingga tingkat desa, serta memastikan setiap kasus campak dilaporkan dalam waktu kurang dari 24 jam.
“Penurunan ini harus dijaga dengan memastikan cakupan imunisasi merata dan mencapai target, agar penularan tidak kembali meningkat,” ujar Nadia.
Pemerintah berharap, dengan kombinasi imunisasi massal dan penguatan kewaspadaan, penyebaran campak dapat terus ditekan dan tidak berkembang menjadi kejadian luar biasa di berbagai daerah. (H-2)
IMUNISASI disebut sebagai langkah paling efektif dalam mencegah dan menekan penyebaran campak, terutama pada anak usia balita.
Pada tahap pertama imunisasi tersebut mencakup 404 orang dan tahap kedua mencakup 599 orang.
Kemenkes dan Pemprov Aceh mengimunisasi 15.128 tenaga kesehatan untuk mencegah penularan campak.
Kekebalan kelompok (herd immunity) di DIY terbilang tinggi karena vaksinasi MR dosis pertama di DIY mencapai 98 persen dan dosis kedua sekitar 96 persen.
IDAI menekankan pentingnya imunisasi masif untuk mengatasi lonjakan kasus campak dan polio di Indonesia sebagai penyakit yang muncul kembali.
Pemkab Deli Serdang mengoptimalkan imunisasi kejar campak melalui layanan puskesmas dan posyandu guna mencegah kasus secara berkelanjutan.
Kemenkes RI luncurkan Konsorsium 1000 HPK bersama Rabu Biru Foundation untuk mengintegrasikan intervensi kesehatan ibu dan anak demi target Indonesia Emas 2045.
KADIN, Takeda, dan Bio Farma luncurkan SIAP Lawan Dengue untuk perkuat K3 dan produktivitas perusahaan dari risiko demam berdarah di Indonesia.
YAYASAN Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menanggapi kebijakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait kewajiban pencantuman label gizi berupa label Nutri-level pada pangan siap saji.
Ada sekitar 408.661 kasus baru kanker dengan lebih dari 242.000 kematian setiap tahunnya di Indonesia.
Kemenkes meresmikan penerapan label Nutri-Level pada produk makanan dan minuman (mamin) kemasan untuk mencegah konsumsi gula, garam, lemak berlebih.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengatakan penyakit parkinson merupakan salah satu penyakit yang mencerminkan realitas penuaan masyarakat dan meningkatnya beban penyakit degeneratif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved