Headline
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Presiden perintahkan investigasi atas tragedi Bekasi Timur.
Kumpulan Berita DPR RI
KEHADIRAN Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak, atau yang dikenal sebagai PP Tunas, mendapat apresiasi positif dari pakar. Psikolog anak dan keluarga, Sani B. Hermawan, menilai regulasi ini sebagai langkah konkret pemerintah dalam menjaga masa depan bangsa.
"Jadi, menurut saya ini merupakan gebrakan pemerintah untuk menyelamatkan generasi penerus bangsa," ujar Sani, lulusan Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, dikutip Senin (6/4)
PP Tunas yang mulai diberlakukan sejak 28 Maret 2026 ini dirancang untuk mengatur tata kelola serta pengawasan sistem elektronik. Fokus utamanya adalah memberikan proteksi maksimal bagi anak-anak saat berselancar di dunia maya, mengingat tingginya risiko kejahatan siber yang mengintai.
Salah satu poin krusial dalam PP Tunas adalah pembatasan akses platform digital berisiko tinggi bagi anak di bawah usia 16 tahun. Sani menjelaskan bahwa secara psikologis, anak pada rentang usia tersebut dinilai belum memiliki kematangan emosional yang cukup untuk menghadapi dinamika ruang digital yang kompleks.
Tanpa pengawasan dan regulasi yang ketat, anak-anak rentan menjadi korban berbagai tindak kriminalitas digital. Sani menyebutkan beberapa ancaman nyata yang menghantui anak-anak di platform digital:
| Kategori Risiko | Dampak/Bentuk Ancaman |
|---|---|
| Interaksi Berbahaya | Berinteraksi dengan orang asing yang berpotensi melakukan tindak kriminal. |
| Kekerasan Seksual | Eksploitasi seksual anak secara daring (OCSEA). |
| Kesehatan Mental | Perundungan siber (cyberbullying) dan ketergantungan gadget. |
| Status Darurat | Meningkatnya jumlah anak yang menjadi korban kejahatan digital. |
Meski pemerintah telah menerbitkan PP Tunas, Sani menekankan bahwa peran orangtua tetap menjadi garda terdepan. Regulasi ini harus dibarengi dengan pendampingan aktif di lingkungan keluarga.
Ia menyarankan agar orangtua menerapkan pola pengawasan yang komunikatif, bukan sekadar melarang. "Misalnya anak mau lihat media sosial, tapi melalui akun ibunya, dengan batasan waktu, pemantauan, dan yang terpenting adalah adanya ruang diskusi antara orang tua dan anak," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Smile Train Indonesia rayakan 100.000 operasi sumbing gratis. Bersama Miss Cosmo 2025 dan RS Hermina Galaxy, perkuat layanan komprehensif bagi anak Indonesia.
Kenali perbedaan campak dan flu Singapura pada anak. Mulai dari pola ruam, penyebab virus, hingga risiko komplikasi serius yang perlu diwaspadai orangtua.
Psikolog Devi Yanti mengingatkan orang tua untuk peka terhadap perubahan perilaku anak di daycare. Simak tanda bahaya dan langkah hukum yang perlu diambil.
Psikolog HIMPSI Devi Yanti membagikan tips bagi orang tua agar anak mau bercerita tentang kegiatannya di daycare melalui pertanyaan terbuka dan media bermain.
Sindrom Turner adalah kelainan kromosom pada janin perempuan. Kenali gejala, risiko komplikasi, hingga langkah penanganan medis untuk optimalkan tumbuh kembang.
Dokter spesialis kulit dr. July Iriani Rahardja meluruskan hoaks larangan mandi bagi anak yang terkena campak atau cacar. Simak tips memandikannya di sini.
Psikolog Sani Budiantini menekankan pentingnya kesiapan mental orangtua dalam menghadapi reaksi anak saat implementasi PP Tunas dan pembatasan gawai.
Roblox memperkenalkan Roblox Kids dan Roblox Select di Indonesia untuk melindungi pengguna di bawah 16 tahun dengan kontrol orang tua yang lebih ketat.
Presiden INA Dr. dr. Luciana B. Sutanto menekankan pentingnya protein dan zat besi untuk kecerdasan anak serta pencegahan stunting dan anemia.
Pengumuman SNBP 2026 memicu refleksi mendalam bagi orang tua. Fokus kini bergeser dari sekadar nama besar kampus ke relevansi kurikulum dan kesiapan kerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved